Tugas-2 : Membuka Masa Silam " Perjalanan Sebelum Sukses"

Masa Balita
           
            14 Januari 1996, sekitar jam 5 pagi saya lahir ke dunia ini saya lahir di Semarang. Saat lahir berat saya adalah 3,1 kg dengan panjang kurang lebi 50cm. Orang tua saya menberi nama saya Kahlila Natyaning Astri. Kahlila di ambil dari nama seorang penyair yang bernama Kahlil Gibran sementara Natyaningastri artinya wajah atau roman dan Astri yang berartikan cantik kedua nama terakhir di ambil dari bahasa sansakerta. Tidak banyak kejadian yang saya ingat semasa saya kecil saya hanya ingat saya bersekolah di An-nisaa dari playgroup , Tk-A dan Tk-B.
        
Masa SD
           
            Akhirnya saya masuk sd juga setelah sekian lama menunggu di tk , setiap hari di tk saya bingung kenapa ngga sd sd sih padahal sudah berganti tahun .iri banget rasanya ngeliatin kaka sd. Awal mula perjalanan saya di sd di awali dengan masuknya saya di kelas 1D dilanjutkan di kelas 2W lalu naik ke kelas 3N lalu masuk di kelas 4D setelah itu naik kelas 5 saya masuk di kelas 5F dan lalu di akhir sd saya masuk di kelas 6S . Tidak begitu banyak yang saya ingat sewaktu saya sd, beberapa kejadian yang saya ingat hanyalah ketika saya sd saya menjalani semuanya tanpa beban, masuk sekolah dengan semangat walaupun sering telat karena saya bangun kesiangan. Di akhir, di kelas 6 yang saya ingat, setiap istirahat angkatan saya selalu main polisi penjahat  di hall sekolah , perempuan lawan laki-laki. Dan di semester ke 2 waktu itu hari ulang tahun taufiq 24 febuari 2008, namanya juga anak kecil saya ngucapin jam 12 malem gitu sok sok mau jadi yang pertama terus yaudah kasih kado juga, kado pertama saya untuk dia adalah kaos berwarna putih sayangnya saya lupa apa tulisannya. Lalu ketika tanggal 25 (keesokan harinya) saat itu dia bilang “natya mau ga jadi cewe gw ?” saya kira itu hanya bercanda tapi ternyata itu sungguhan lalu setelah saya pikir pikir sekitar jam 8 malam saya jawab pertanyaannya, saya menjawab “ iya gw mau taufiq ”  . Jujur saya juga ngga tau kenapa saya terima dia, padahal dari kelas 2 sd saya selalu berantem sama dia, tapi namanya juga anak kecil ehehehe. Setelah saya terima dia ya gimana sih anak kecil pacaraan, saya inget dia waktu itu sering sekali kasih saya coklat. Saya juga ingat pernah dihukum berdua dengan dia , kita berdua di suruh ngepel lorong toilet karena kita ngga pake sendal atau sepatu keluar kelas, waktu itu saya lagi kejar kejaran sama dia gara gara dia ngatain saya apaa gitu. Lanjut, di akhir kelas 6 saya menjalani UASBN , ketika itu yang saya pikirkan hanya lulus dari sd, saya sama sekali tidak memikirkan dimana saya akan bersekolah nantinya.

Masa SMP

SMP ,  ya sampailah saya di sini . saya bersekolah di  SMP An-nisaa’ saya adalah generasi ke 7 di smp ini. Pertama kali saya masuk saya banyak melihat wajah wajah baru yang belum saya kenal. Setelah menjalani kegiatan pramos dan mos kami pun yang tadinya belum kenal sudah mulai kenal satu sama lain. Seiring berjalannya waktu kamipun semakin akrab satu angkatan walaupun tidak seakrab di akhir, mungkin :)  di kelas 7 saya mendapatkan kelas 7W dengan wali kelas bu Wulan . saya menjalani hari hari saya di kelas 7 dengan riang gembira .

 Masuk ke kelas 8 saya mendapatkan kelas 8D dengan wali kelas bu Dwi terus terang saja bu dwi adalah wali kelas terbaik yang pernah saya dapatkan di smp . seiring berjalannya waktu di kelas 8 ini banyak sekali kenakalan yang saya perbuat seperti membolos pelajaran , ketika itu saya dan 4 atau 5 teman saya seusai pergantian pelajaran kami seharusnya masuk kelas fisika tapi karena kita malas jadi kita lebih memilih untuk di kantin dan makan. Ketika sedang asik asik makan tiba-tiba wakil kepala sekolah turun dari ruangannya kamipun spontan lari dari kantin. Setibanya kami di depan kelas guru sedang menjelaskan kamipun menunggu gurunya lengah dan kami semua merangkak lalu duduk di karpet. Kenakalan berikutnya adalah saya dan teman teman saya sering izin untuk ke kamar mandi tapi kami malah masuk kekelas lain atau duduk-duduk di depan kamar mandi.

Setelah menerima rapot kelas 8 alhamdulillah saya naik ke kelas 9, tapi pertama kali saya tau bahwa saya masuk kelas 9U dengan wali kelas ibu Uthie saya menangis , saya ngga mau masuk kelasnya karena saya tau dia orang yang disiplin dan waktu saya kelas 8 kelas kami dengan bu Uthie tidak begitu cocok , Bu Uthie (guru bahasa inggris) sering keluar dari kelas kami , dia bilang kelas kami itu kelas yaa bisa di simpulkan mungkin kelas yang paling berandal karena moto kelas kami pada saat itu adalah “ barang lu barang lu barang gua barang gua , siapa lu siapa gua” jadi sering sekali buku atau alat tulis bertebaran di karpet dan ada salah satu teman saya juga yang suka buang sampah rautan di bawah karpet ehehe . oke , hari pertama di kelas 9 ternyata tidak seburuk yang saya kira di kelas 9 ini saya satu kelas dengan teman teman yang seru. hari demi hari pun kami lalui di kelas 9 ini . di kelas 9 ini saya menjadi sedikit lebih disiplin karena peraturan kelas yang menurut saya cukup ketat . dengan berjalannya waktu sampailah saya di tahun 2011 . awal tahun 2011 adalah tahun yang cukup berat untuk di lalui karena semakin dekat dengan ujian nasional . setiap hari saya harus menjalani intensive ujian nasional masuk kesekolah pukul 6 dan kembali kerumah pada pukul 3 atau pukul 4. setelah melalui bulan januari sekarang masuk bulan febuari tidak begitu banyak yang spesial di bulan ini kecuali tanggal 24 dan 25 karena tanggal 24 adalah ulang tahun pacar saya dan tanggal 25 adalah tanggal jadian saya . ketika itu taggal 25 sepulang sekolah pacar saya memberikan saya sebuah lukisan tangan dan kartu ucapan yang di bingkai . kartu ucapan tersebut bertuliskan “HAPPY ANNIVERSARY 3 YEARS NATYA SAYANG , I LOVE YOU . 25.2.08”
Saat itu mungkin untuk anak smp seumuran saya adalah hal yang paling menyenangkan . ke esokan harunya pun saya memberikan kejutan untuk pacar saya , saya datang kerumahnya dan memberikannya sebuah guitar electric . hari haripun mulai berjalan normal sampai tiba bulan bulan tes sma . dari sd saya dan pacar saya selalu mengharapkan bahwa kami dapat satu sekolah terus , tetapi  pada kenyataannya kami tidak bisa melanjutkan ke sma yang sama, sedih rasanya tidak dapat satu sekolah lagi yaa tapi mau apalagi . tapi kami harus tetap semangat karena masih ada un yang harus kami hadapi . karena tidak boleh terlalu banyak pikiran kamipun fokus kepada un terebih dahulu.

            Akhirnya setelah beberapa bulan kami intensive un tiba saatnya untuk kami menghadapi ujian nasional . Pada saat ujian nasional sekolah saya mewajibkan murid muridnya untuk memakan pisang setiap pagi , jadi sehabis kami sampai di sekolah setelah ikrar dan berdoa , sebelum masuk kelas seluruh guru membagikan pisang , dan setelah selesai memakannya kamipun dibagikan kartu tanda peserta dan setelah itu masuk ruangan ujian. Hari demi hari kami lewati akhirnya ujuanpun selesai. Tapi berakhirnya ujian bukan berarti sudah selesai semua masih ada ujian praktek dan sidang karya tulis. Karya tulis yang dari awal kelas 9 telah kami buat akhirnya akan di sidangkan di akhir semester ini , masih ingat sekali karya tulis saya berjudul “Tato dari sudut pandang seni , gama dan kesehatan” hari dimana karya tulis ini akan di uji adalah hari yang paling menegangkan, tapi alhamdulillah saya dapat melaluinya dengan lancar.

            Akhir dari penantian panjang saya di smp adalah saat pengumuman kelulusan, saat mendengar kepala sekolah mengatakan “ANGKATAN INI LULUS 100%”  ngga ada yang lebih lega selain pas saya udah tau kenyataan tersebut karena kami mulai di smp bersama dan mengakhirinya juga bersama sama walaupun sebenarnya tidak , karena beberapa teman angkatan kami ada yang tidak naik kelas. Tapi dengan kelulusan ini saya merasa senang masalah nemnya berapa saya udah ngga perduli dengan hal itu. yang penting saya lulus dan mengerjakan ujian saya dengan hasil kerja keras dan usaha saya sendiri ehehe.

            Setelah pengumuman kelulusan , ya sekarang adalah saatnya liburan . Liburan kali ini saya dan keluarga saya tidak merencanakan sesuatu yang spesial karena orang tua saya yang sibuk dengan pekerjaannya, jadi lagi lagi saya menghabiskan waktu waktu terakhir saya dengan teman teman smp saya. Liburan kali ini kami menghabiskan waktu untuk bersepeda bersama , jalan jalan dan berkumpul besama saja. Masih ingat sekali di benak saya liburan ini adalah pertama kalinya saya naik kereta ekonomi dan juga kereta eksekutif  dari harga tiket yang 1500 rupiah  sampai harga 4500 rupiah , dan pertama kalinya juga saya naik metromini dan bis kuning (entah apa itu namanya yang saya tau saya dan teman teman saya menyebutnya bis kuning) saya juga mencoba berbagai kendaraan umum lainnya. Liburan kali ini kami pergi ke beberapa tempat seperti kota tua , monas , dan tempat tempat lainnya. Saat saya pergi ke Monas saat itu kita sama sekali tidak ada rencana untuk pergi ke monas, dengan modal nekat dan duit pas pasan kami membulatkan tekat untuk pergi ke monas. Kami berangkat sekitar pukul 11 siang , karena paginya kami bersepeda bersama. Setelah kami sampai di monas tidak banyak hal yang saya dan teman teman saya lakukan kami hanya bermain main dan makan karena lapar. Setelah itu kami pergi ke rumah sakit Pondok Indah (RSPI) untuk menjenguk teman kami yang habis melakukan operasi, emang kita sedikit ga sadar diri sih udah keringetan, bau, mukanya kucel, gabawa apa apa lagi selayaknya orang jenguk kerumah sakit, kami kesana hanya bermodalkan nekat dan persahabatan J  setelah menjenguk saatnya pulang tapi.... duit kita ternyata sudah habis lalu kami terpaksa jalan dari RSPI ke sektor satu lalu di lanjutkan dengan naik taksi. Lalu beberapa hari kemudian kami pergi lagi untuk nonton traxcoustic, jujur aja waktu nonton traxcoustic saya merasa senang karena dari awal perjalanan saat nonton alexa dan semua band yang tampil disitu dan sampai pulang taufiq selalu ada di sisi saya.
            Hari-hari yang telah kami lalui bersama sama ini dengan penuh riang gembira harus dihadapkan dengan kenyataan yang tidak enak , salah satu sahabat terbaik saya  Andin harus pindah ke Malang, sebenernya saya dan teman teman saya termasuk andin sendiri tau kalau ia harus sma di malang nantinya karena orang tuanya yang berprofesi sebagai pimpinan cabang Bank Indonesia dan saat itu (dan sampai sekarang masih) kerja di Malang. Jujur saya merasa kehilangan banget karena andin selalu bersama saya kami sekelas 3 tahun, kami les bersama dan juga kami sering menginap , bermain dan bercerita bersama untung sekali saya masih punya Naudy , Tsana dan yang lainnya yang menemani saya di Jakarta ini. Saat saat terakhir adalah di bandara ! saya , Naudy , Mamet dan Aska saat itu mengantarnya ke bandara. Sedih rasanya harus berpisah tapi yaa mau gimana lagi.

            Setelah perginya andin ke Malang , sisa sisa liburan saya , saya habiskan  dengan bermain dengan beberapa sahabat terbaik saya dan pacar saya , Laras , Fikri , Naudy , Tsana , Diza dan pacar terbaik saya Taufiq :)  sebenernya ngga Cuma setelah andin pergi aja sebelumnya pun juga kita sering main besama (kangen main bareng kalian lagi )


            Dimasa smp ini banyak banget kenangan yang gabisa di lupain musuhan, berantem, main sama sama, dan banyak sekali kenakalan kenakalan dan hal bodoh yang telah saya lakukan seperti coba coba ini itu yang mungkin semua orang gapercaya saya pernah melakukan atau mencoba hal hal seperti itu , tapi jujur saya merasa berhuntung sekali karena saya di saat saat seperti itu saya selalu di dampingi teman teman dan saudara serta lingkungan yang berusaha menjaga saya dan sayang sama saya , yang untungnya saya coba itu sama mereka , mereka ngga menjerumuskan saya tapi mereka kaya “ gini nih rasanya ini , udah coba kan terserah lo ke depannya gimana “ , ada juga yang kalo menurut dia itu gabaik “ gue ngga suka lo kaya gitu , jangan ya “ . Sekarang  semuanya udah sibuk dengan urusannya masing masing seiring dengan bertambahnya usia , Terimakasih pengalamannya dan larangannya serta nasehatnya ya , saudara terbaik yang pernah saya punya ka khansa wimana , abang haqqi  , ka nauval , abang yodhi dan ka tommy . sahabat terbaik saya Naudy , Tsana , Raifa , Laras , Fikri, Sunan dan yang lainnya. Pacar saya Muhammad Taufiq F.  Kalian semua adalah anugrah terindah yang saya miliki. Doakan semoga di sma saya bisa jadi lebih dewasa dan tidak manja dan menjadi yang lebih baik :)

foto ketika saya masih balita 

foto saya bersama teman teman kelas 4

foto saya ketika perpisahan kelas 6


9U :)


naudy , andin , tsana 


naudy :)
laras & putri :)


& Raifa :)

sesaat sebelum sidang karya tulis :)






MONAAAAAAS !!!
kota tua

 hadiah dari taufiq :3

 & Taufiq :')



Read more »

Tugas-2: Membukukan Masa Silam "Perjalanan Hidup yang Indah dan Terasa Singkat"

Hari selasa, 28 November 1995, seorang anak laki-laki lahir di rumah sakit Pondok Indah, di tangani oleh Dr.Dauri. lahir dengan cara sesar. Dengan berat 3,25 Kg. anak ini bernama Rozaan Wiryanto. Biasa di panggil Ozan. Anak ke-2 dari 2 bersaudara. Anak pertama yaitu anak perempuan yang bernama Anissa Wasistyani, panggilannya Icha. Berbeda 3 tahun lamanya dengan saya. Tetapi berbeda 4 tahun untuk sekolahnya. Dirumah, saya dirawat oleh 2 orang tua saya, dan 2 orang yang bekerja di rumah, mereka bernama Sarti dan iyem. Nama ayah saya adalah Wisnu Handoyo, dan nama ibu saya adalah Susilawati. Saya menghabiskan waktu sekitar 4,5 tahun untuk belajar makan, berjalan, berbicara, dan lainnya. Sekolah pertama saya adalah TK Tadikapuri.
TK Tadikapuri berada di Fatmawati. Sekitar 50 meter sebelum perempatan ITC Fatmawati (dari arah Pondok Indah). Saya mulai masuk sekolah TK-A umur 4 tahun 7 bulan. Di sana saya banyak mendapat teman, bermain-main,  bernyanyi setiap hari, dan tidak pernah ada tugas. Untuk sekarang, mungkin itu cukup untuk membuat saya bosan. Selama satu tahun saya belajar di TK-A  dengan hasil yang cukup memuaskan. Setelah sekitar 1 tahun saya duduk di bangku TK-A, saya berlanjut ke TK-B. Di sana, saya belajar lebih banyak hal di bandingkan saat TK-A. Salah satu pelajaran tambahannya adalah menulis halus. Tapi entah mengapa saya tidak pernah berhasil menulis halus, Sampai sekarang. Semoga ada hikmah di balik itu semua. Saya menghabiskan hidup selama 2 tahun di bangku TK. Saya pernah bekata kepada ibu saya “ma, mau cepet-cepet SD deh” kata ibu saya “kenapa?” aku menjawab, “kayaknya lebih asik! Bisa dapet PR kayak mba icha” kata ibu “ahahhaa, iya! Bentar lagi juga kamu SD” dan ternyata benar. Terasa tak lama setelah itu, aku menginjakan kaki di lingkungan baru. Sekolah SD Sumbangsih.





SD sumbangsih berada di daerah kemang. Sekolahnya sangat luas menurut ukuran badan ku saat itu. Perasaan ku sangat senang di hari pertama masuk Sekolah. Aku berkenalan dengan banyak teman baru. Tidak ada satu orang pun yg berasal dr TK-ku. Dan entah kenapa sampai sekarang, aku sering kesulitan untuk mengingat nama teman-teman baru, terutama nama guru-guru baruku. Jadi aku sering menyebut mereka dengan nama pelajarannya. Saat SD kelas satu aku masih banyak belajar mengenai tulisan. Walau pelajaran itu tetap tidak merubah bentuk-bentuk tulisan ku. Pelajaran yang saya sukai dari sejak kelas satu sampai saat ini, adalah matematika. Sewaktu TK aku hanya di ajarkan penjumlahan dan pengurangan. Tetapi di kelas 1 bertambah, yaitu pembagian dan perkalian. Pelajaran ke-2 yang aku senangi adalah penjaskes atau olah raga. Karena pelajaran itu sangan seru, dan sesuai dengan hobi-ku saat itu. Pelajaran yg kurang ku sukai adalah pelajaran PLKJ. Karena saya harus mengingat definisi dari banyak kata seperti “bertanggung jawab”, “ulet”, “pantang menyerah” dan lain-lain. Menurutku itu tidak perlu di hafal dan di masukan dalam soal ulangan, karena kita bisa mengerti kata itu dengan sendirinya. Di kelas satu, belum banyak tugas-tugas sekolah yang di berikan untuk di bawa pulang. Hobi saya di kelas satu adalah bermain bola dan bermain gangsing. Sebenarnya ada satu permainan lagi yang seru, yaitu bermain kartu yang bernama “yu gi oh” tapi aku tidak pernah mengerti permainan itu. Lokasi favorit saya bersama teman-teman saya adalah di aula sekolah. Karena tempatnya yang sangat sejuk, luas, dan dekat dengan daerah TK, jadi di sana banyak permainan-permainan seperti: ayunan, jungkat-jungkit, dan teman-temannya. Lokasi kedua yang menjadi favorit saya dan teman-teman adalah kantin! Karena disana terdapat es jeruk dah teh manis yang sangat enak! Lebih-lebih lagi jika di minum setelah berpanas-panasan. Makanan yg paling enak di kantin adalah bihun baso, dan nasi goreng. Ada lagi satuhal yang paling kami sukai, yaitu bermain dengan air cuka!




Di kelas 2, belum banyak yang berubah dari hobi-hobiku. Yang berubah adalah pelajaran-pelajaran sekolahnya. Di kelas 2 pelajaran bahasa Indonesia sudah tidak lagi belajar menulis seperti TK dan kelas 1. Tapi sudah mulai masuk ke materi-materi yang lebih detail lagi. Seperti  pengenalan paragraf, tanda-tanda baca, dan lain-lain. Dalam pelajaran matematika sudah semakin sulit. Untungnya saya masih tetap dapat mengikuti pelajarannya. Dan ada juga pelajaran tambahan di seni budaya, yaitu seni tari. Masa-masa kelas 2 tidak begitu berbeda dengan masa kelas satu. Hobiku masih tetap sama, tetapi ada sedikit perubahan trend. Yaitu munculnya permainan baru seperti mobil-mobilan “tamiya” tetapi ada senjata-senjata di bagian depan, samping dan belakang mobilnya. Dan mobil-mobil itu saling di adu satu sama lain. Aku tidak terlalu tertarik dengan mainan itu, karena biaya yang harus dikeluarkannya kurang bersahabat. Terasa singkat waktuku di kelas 2, dan orang tua saya berencana memindahkan saya ke sekolah yang baru saat kelas 3 nanti. Mungkin karena kakak saya akan lulus dan melanjutkan ke sekolah baru (SMP labschool Kebayoran) sehingga jarak antara sekolah SD sumbangsih dengan sekolah Labschool Kebayoran cukup jauh. Dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk memindahkan saya ke sekolah yang baru. Yaitu SDI Harapan Ibu.  Saya sangat sedih mendengar keputusan itu, karena itu berarti aku kehilangan kontak dengan teman-teman ku. Karena pada masa itu kami belum memiliki ponsel. Tetapi itu tidak dapat membuatku patah semangat, karena aku berpikiran bahwa aku akan menemui teman-teman baru yang mudah-mudahan lebih asik dari yang sekarang.




Masa liburan sudah usai, dan aku kembali ke sekolah untuk belajar. Sekarang aku sudah kelas 3. Seharusnya semua berjalan seperti biasanya. Tetapi, ada yang berubah. Sekolah baru yang belum aku kenal dan aku tidak bertemu teman-teman yang biasa bermain dengan ku. aku merasa asing di sekolah baruku. Benar-benar berbeda. aku mencoba untuk beradaptasi ssecepat mungkin. Aku berkenalan dengan teman-teman baru.  Dalam satu bulan, aku msh merasa sedih karena kehilangan teman-teman lama. Tapi seiring berjalannya waktu, kesedihanpun semakin pudar. Aku sudah mengenal lingkungan di sekolah baruku, dan teman-temanku. Akhirnya aku baru menyadari dimana aku berada sekarang. Di SDI Harapan Ibu lah sekarang aku bersekolah. Harapan Ibu berlokasi di Pondok Pinang. Tidak jauh dari rumah. Sekolahnya cukup luas, dan lapangannya cukup besar. Jadi aku dapat melanjutkan hobi-ku bermain sepak bola. Kantinnya besar, dan banyak variasi makanannya. Tapi sayang, tidak ada cuka!
Masa kelas 3 terasa cukup singkat. Sekarang saya melanjutkan ke kelas 4. Saya sudah mulai terbiasa dengan teman-temannya. Tapi ternyata di sekolah ini sedikit berbeda dengan sekolah saya yang pertama. Di sini setiap naik kelas anaknya akan di acak, jadi kelasnya selanjutnya akan berbeda dengan kelas sebelumnya. Hal itu membuat saya menjadi harus sedikit beradaptasi lagiHal itu membuat saya menjadi harus sedikit beradaptasi lagi. tapi itu idak terlalu menjadi masalah bagi saya. Hari demi hari berlalu. Saya sangat senang berada di tempat itu. Wali kelas ku yang lucu, tapi galak membuat kelas ku menjadi menyenangkan. anak-anak di kelas ku sedikit nakal, tetapi kompak. Hobi saya di kelas 4 semakin baik, karena ada teman saya yang pintar bermain bola juga. Dia lawan terberat ku saat pertandingan melawan dia, dan dia teman terbaikku juga saat ada pertandingan melawan kelas lain.
Di kelas 5, saya masuk ke kelas “akademik”. Ada sedikit perbedaan dengan kelas lainnya, yaitu pembelajaran ada versi bahasa Inggrisnya. Selain itu, perbedaannya adalah saat ulangan, soal kita terkadang di tambah 5 buah dan lebih sulit dari yang lainnya. Tugas-tugas juga sedikit lebih banyak. Untuk pergaulan, tidak berbeda banyak dengan yang lainnya. Sayang untuk hobi. Di kelas ku yang satu ini tidak banyak anak yang senang bermain bola. Bahkan bisa di bilang tidak ada. Karena itu aku sudah jarang sekali bermain bola. Pernah waktu itu guru olah raga saya mengatakan “zan! Ikut ekskul bola aja, sayang kalau sampai kamu kehilangan skill mu”. Aku mengikuti saran itu, tetapi tak lama aku keluar dari ekskul karena waktu yang sering bentrok dengan tugas. Akhirnya aku memilih untuk merubah hobi-ku dan fokus belajar. Lagipula aku tetap dapat ber-olahraga walau olahraga itu bukan sepak bola.  
Sekarang kelas 6. Aku sudah lebih fokus belajar. Aku bercita-cita untuk masuk ke labschool seperti kakak saya. Jadi saya mulai untuk belajar lebih giat dari sebelumnya. wali kelas saya menawarkan les privat di rumah saya. Akhirnya saya dan ke-2 teman saya les dengan wali kelas saya. Les itu sangat membantu karena setiap les, kita berlatih banyak soal. Dengan begitu, kecepatan menjawab soal dan ke akuratan akan terus terlatih. Hari ujian pun datang, aku mengerjakan soal seperti biasa. Selama 3 hari kita semua menjalani ujian nasional. Sebelum ujian nasional, ada juga ujian-ujian sekolah. Satu-satunya pelajaran yang sedikit bermasalah adalah seni budaya, lebih tepatnya saat bernyanyi. Untungnya ada bantuan nilai menggambar dan bermain pianika. Walau sebenarnya kemungkinan tidak lulus di ujian sekolah sangat kecil, tapi pada saat itu, hal ini membuat saya takut. Hari-hari semakin berlalu. Hari ujian SMP labschool tiba. Banyak teman saya yang ikut mendaftar. Saya sedikit kesulitan menjawab soal-soalnya. Saya memang sedikit kurang yakin dengan jawaban-jawaban saya. Saat pengumuman muncul di internet, saya sedih karena ternyata tidak ada no. Peserta ku di website, dan itu tandanya saya belum saatnya untuk masuk labschool. Hari pengumuman ujian nasional muncul, dan saya mendapat NEM yang cukup memuaskan. Yaitu 26.95, saya mendaftar dan diterima di SMPN 19. Akhirnya hari liburan pun datang.





SMPN 19 berlokasi di jl.bumi mayestik. Hari pertama saya masuk SMP. Pertama kalinya aku mengalami yang namanya MOS. MOS di laksanakan selama 3 hari. Selanjutnya semua berjalan seperti biasa. Saya berkenalan dengan teman-teman baru, guru baru, dan sistem-sistem pembelajaran yang baru. Kantin di sekolah ini enak, makanan juga lumayan banyak variasi-nya. tahun pertama di SMP sangatlah menyenangkan. di tahun ke-2 kelas saya termasuk kelas yang nakal. Sampai-sampai wali kelas saya sempat ingin mengundurkan diri. Tapi banyak juga kenang-kenangan yang saya lalui di sana. Tahun ke-3, saya sudah mulai lebih banyak belajar untuk mempersiapkan ujian nasional untuk melanjutkan ke SMA. Saya belajar dengan giat. Mengikuti bimbel-bimbel, dan les privat di rumah. Target saya untuk SMA adalah labschool. Saya bercita-cita kuat masuk sekolah ini. hari test labschool pun datang. Memang tidak semua soal dapat saya jawab. Tapi saya lebih yakin mengerjakannya dibandingkan sewaktu test masuk smp dulu.  Dan di saat pengumuman ternyata no. Peserta saya tercantum di website. Saya sangat senang melihat hal itu. Tapi perjuangan saya belum usai. Masih ada ujian selanjutnya. Yaitu ujian nasional. Jadi saya masih melanjutkan belajar saya. Hari “h” pun datang. Saya mengerjakan soalnya dengan teliti. hasil dari ujian saya lumayan memuaskan. Liburan pun datang. Dan itulah perjalanan saya dari awal, hingga sekarang.




Read more »

Tugas 2 - Membukukan Masa Silam: 15 Tahun Petualangan Hidup

Masa Balita

Tepat pukul 13.00 WIB(Waktu Indonesia bagian Barat) pada hari senin tanggal 15 Juli 1996,lahirlah sebuah insan baru dengan proses persalinan caesar,buah cinta dari pasangan Dodi Eko Sulistianto dan Yosvizar.Bayi mungil yang diberi nama Anindityo Agung Baskoro itu pada akhirnya berhasil menatap dunia setelah 9 bulan lamanya berada dalam kegelapan rahim ibunda.yap,bayi yang lahir dengan berat badan 3kg dan dengan panjang tubuh kurang lebih sepanjang 50cm itu adalah saya.saya adalah anak kedua dari pasangan Dodi Eko Sulistianto dan Yosvizar,sementara kakak saya sudah lahir tiga tahun lebih cepat dari saya pada tanggal 26 oktober.

Pada awalnya kedua orang tua saya memutuskan untuk memberikan saya nama panggilan Tyo yang diambil dari Anindityo,akan tetapi karena merasa nama Tyo sangat kental dengan budaya jawa yang medok maka akhirnya nama panggilan saya dirubah menjadi Rio,dan hingga saat ini semua orang yang mengenal saya memanggil saya dengan panggilan Rio.

Orang zaman dahulu sering berkata bahwa masing masing anak membawa rezek tersendiri bagi orangtuanya,hal inilah yang menyebabkan orang pada zaman dahulu memiliki sangat banyak anak,bahkan kadang ada yang mencapai bilangan belasan.entah memang kepercayaan itu benar atau tidak,saat ibunda saya melahirkan saya,tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga ayah saya mendapatkan rezeki untuk membeli sebuah rumah baru di bilangan Bintaro sektor 9 dan pindah dari rumah nenek saya di bilangan Pamulang,Ciputat.


saya dengan kakak 

Tidak seperti anak anak lain seusia saya yang memulai proses edukasinya di tahap playgroup,saya lebih memilih untuk tidak mengikuti tahap playgroup.meskipun saya tidak mengikuti tahap playgroup,bukan berarti saya hanya bermain dirumah.Dirumah saya tetap belajar dengan kedua orangtua saya dan babysitter saya melalui media permainan-permainan yang sangat menarik bagi saya.Alhasil,berkat usaha orangtua saya dan babysitter saya yang tanpa henti hentinya mengajari saya berbagai macam hal-hal dasar,pada saat saya memasuki tahap taman kanak kanak tingkatan awal (biasa disebut tingkat 0 kecil),saya sudah dapat membaca dengan lancar,sudah dapat membedakan warna dan serta sudah dapat membedakan bentuk.

Saya masuk ke TK Al-Falaah karena lokasinya yang berdekatan dengan tempat tinggal saya.Hari Hari saya jalani di taman kanak kanak layaknya anak anak kecil pada umumnya,yaitu dengan senyuman riang tanpa ada beban pikiran sama sekali yang tersangkut dikepalanya.rutinitas saya pada saat waktu taman kanak kanak adalah berangkat sekolah pada pukul 8,pulang sekolah pada pukul 10,menonton kartun (pada saat itu saya amat sangat tertarik dengan kartun tweenies dan teletubbies) hingga siang,tidur siang,mandi lalu makan seperti itu saja setiap harinya.boleh dibilang keluarga saya hanyalah keluarga sederhana yang beranggotakan 4 orang anggota keluarga dengan rincian 2 orangtua serta 2 orang anak,akan tetapi meski sederhana,kami sangat saling mencintai antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya.

saya bersama ibunda dan kakak

Ada beberapa hal yang memalukan yang pernah saya alami pada saat saya masih berada di taman kanak kanak,saya amat sangat sering tersesat di pusat perbelanjaan sehingga pada akhirnya saya punya inisiatif apabila saya terpisah dari orangtua saya,hal yang pertama saya cari adalah satpam agar dapat mengantar saya ke bagian informasi agar menginformasikan bahwa saya telah terpisah dari orangtua saya.selain seringnya tersesat di pusat perbelanjaan,waktu kanak kanak dulu saya juga sering terjatuh ke selokan,entah apa penyebab saya hingga terjatuh ke selokan akan tetapi yang paling saya ingat adalah pada suatu saat saya terjatuh ke selokan yang sempit sehingga saya tidak dapat bergerak sedikitpun.akan tetapi yang aneh pada saat itu adalah saya tidak menangis sedikitpun melainkan saya berteriak minta tolong hingga akhirnya saya ditolong oleh tetangga saya untuk keluar dari selokan dan diantar pulang kerumah saya.

Pada saat acara perpisahan taman kanak kanak,saya ditunjuk oleh guru saya yang bernama Bu Is sebagai perwakilan dari murid untuk membacakan pidato perpisahan murid untuk guru.Bu Is berkata alasan mengapa saya dipilih sebagai perwakilan murid pada saat itu adalah karena saya adalah murid yang paling bisa membaca dengan lancar.perasaan saya senang bukan main saat itu,berulang kali saya berlatih membaca naskah pidato didepan kaca cermin,membayangkan diri saya berada di depan puluhan guru,murid dan juga orang tua murid membacakan pidato ini.

Hari H pun tiba,saya amat gugup karena ini kali pertama dalam hidup saya,saya menyampaikan sesuatu di depan puluhan orang.hal kecil inilah yang akhirnya membuat saya percaya diri untuk tampil didepan hingga kini.seperti yang diharapkan,saya dapat membaca dan menyampaikan pidato dengan lancar dan fasih,semua hadirin bertepuk tangan untuk saya,saya hanya bisa tersenyum bangga dan puas saat itu.




Masa Sekolah Dasar

Saya melanjutkan sekolah dasar saya di Sekolah Dasar Islam Al-Falaah.ya,memang benar bahwa SD saya merupakan sekolah yang sama dengan sekolah TK saya karena sekolah ini memiliki beberapa tingkatan mulai dari TK hingga SMP.waktu itu saya masuk di kelas 1A dengan wali kelas yang bernama Bu Wanti.Bu Wanti selain menjabat sebagai wali kelas 1A,beliau juga merangkap menjadi guru matematika bagi murid kelas 5-6.saya tidak merasa pelajaran di tingkatan SD sangatlah susah karena beberapa materi sudah diajarkan di pengayaan TK.

Ayah saya ditugaskan ke Kalimantan,tepatnya Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Berau Kota Tanjung Redeb.beliau ditugaskan untuk membangun sebuah masjid agung yang pertama di kota tersebut.merasa mengemban tugas penting,beliau dengan ikhlas meninggalkan saya beserta kakak dan ibunda saya untuk berangkat ke Kalimantan untuk bekerja.jadilah saya hanya tinggal bertiga dirumah saya.

Hari Hari berjalan sepi tanpa kehadiran ayah saya,terlebih kami tidak memiliki kendaraan pribadi pada saat itu.jadi jika kami bertiga berkeinginan untuk jalan-jalan harus menumpangi kendaraan umum.akan tetapi dibalik semua keterbatasan itu,kami sekeluarga mensyukuri semuanya.kurang lebih sudah 6 bulan ayah saya bekerja di Kalimantan,saya sudah memasuki kelas 1 semester 2 dan kakak saya pun sudah memasuki kelas 4 semester 2,ayah saya merasakan rindu yang teramat sangat kepada kami bertiga.maka setelah pemikiran yang masak dengan segala pertimbangan,kami bertiga memutuskan untuk menyusul ayah saya ke Kalimantan.

Di Kalimantan saya tinggal di Jalan Durian nomor 4.di sebuah rumah besar bercat putih yang dihiasi dengan satu pohon mangga dihalamannya,akan tetapi tidak hanya keluarga saya yang tinggal di rumah itu,ada beberapa anak buah ayah saya yang juga tinggal di rumah itu.disana saya melanjutkan sekolah saya di SDN 001 Tanjung Redeb,begitu pula dengan kakak saya.di SDN 001 saya memiliki 2 teman akrab,sebut saja namanya Ian dan Bima.selain Ian dan Bima,saya juga memiliki beberapa teman yang lumayan dekat,mereka adalah Wawan,Dodo,Dani dan Sarah.karena jarak dari sekolah ke rumah lumayan dekat,saya biasa menggunakan becak sebagai transportasi saya pulang pergi dari rumah ke sekolah bersama dengan Wawan dan Dani.

Selama 1,5 tahun saya tinggal di Tanjung Redeb sebelum akhirnya saya sekeluarga meninggalkan Tanjung Redeb untuk kembali pulang ke Jakarta.Di Jakarta saya kembali melanjutkan sekolah saya di SD Islam Al-Falaah,banyak teman teman saya yang terkejut melihat  saya telah kembali.rata rata dari mereka selalu menanyakan pertanyaan yang sama,yaitu "Rio,kok lu jadi item sih?" ya memang tidak dapat dipungkiri bahwa suhu di Tanjung Redeb memang sangat panas mengingat bahwa dilapisan tanahnya terdapat batu bara.

saya melanjutkan sekolah dasar saya di Al-Falaah hingga lulus pada tahun 2008 dengan NEM 26,75.suatu hasil yang cukup membanggakan akan tetapi menurut saya,saya belum maksimal pada saat UASBN dan saya berjanji akan lebih bersungguh2 dalam UAN SMP.perpisahan SD Al-Falaah dilakukan di GreenHill Resort Puncak selama 3 Hari 2 malam.3 hari penuh kesan yang tidak akan pernah saya lupakan.

foto perpisahan SD (saya yang paling kiri atas)

Masa SMP

saya melanjutkan pendidikan saya di Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta yang terletak di Jl.Ibnu Taimiyah no.8 di Komplek UIN Ciputat.alasan mengapa saya memilih untuk sekolah disini adalah karena sebelumnya kakak saya sekolah disini,sehingga menurut saya daripada harus pusing-pusing memikirkan saya harus sekolah dimana,kenapa tidak mengikuti jejak kakak saya saja?toh kualitasnya juga tidak buruk.

saya masuk di kelas 7c dengan wali kelas Bapak Nia Kurniawan.beliau selain sebagai wali kelas juga merangkap sebagai guru olahraga dan pelatih basket SMP saya.layaknya seorang anak yang berada di lingkungan baru,saya merasa canggung.beruntung ada teman dari SD yang sama dengan saya yang berada di satu kelas dengan saya,seiring dengan berjalannya waktu,saya pun mulai mengenal satu persatu teman teman kelas saya dan mulai merasa nyaman bersama mereka.

foto bersama teman teman 7c

Setelah lulus kelas 7,saya pun naik kelas ke kelas 8.di kelas 8 ini saya masuk di kelas 8f dengan wali kelas Bapak Ali Ahmad.beliau selain sebagai wali kelas juga merangkap sebagai guru pengajar bidang studi bahasa indonesia.boleh dibilang wali kelas saya kali ini memiliki selera humor yang cukup tinggi,tak jarang disela sela proses belajar mengajar beliau  menyisipkan lawakan lawakan ringan yang dapat mencairkan suasana kelas tanpa merusak konsentrasi belajar murid.

saat acara buka puasa bersama teman teman 8F

tak terasa saya pun telah meninggalkan kelas 8 menuju kelas 9.dikelas 9 ini saya masuk di kelas 9b dengan wali kelas Ibu Umi Prastyaningsih yang mana beliau juga mengajar sebagai guru Fisika kelas 9 selain menjabat sebagai wali kelas 9b.dikelas 9 ini saya digembleng untuk siap menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) karena waktunya yang tidak banyak.baru beberapa bulan kami memulai proses KBM efektif,murid kelas 9 sudah disuguhi berbagai macam try out.perjuangan berat ini terus kami lakukan hingga sampai hari penentuan pada tanggal 25 hingga 28 april 2011.saya mengerjakan soal UAN dengan penuh hati hati dan dengan penuh ketelitian.Alhamdulillah saya berhasil meraih hasil UAN dengan NEM yang cukup membanggakan.

setelah UAN selesai,selayaknya sekolah sekolah lain,sekolah saya pun mengadakan acara pelepasan murid murid kelas 9 yang akan meninggalkan sekolah Mts Pembangunan UIN Jakarta.terasa berat memang meninggalkan teman teman seperjuangan yang sudah berjuang bersama,baik susah maupun senang selama 3 tahun.tetapi saya sadar,bahwa ini hanyalah suatu langkah untuk saya maju kedepannya.

kini saya telah resmi menjadi bagian dari angkatan 11 Labschool Kebayoran,saya akan berjuang sungguh sungguh untuk dapat mengulang kesuksesan saya di masa SMP,saya akan berjuang bersungguh-sungguh untuk kehidupan saya kedepannya.

bersama sahabat saya saat pelepasan siswa Mts Pembangunan
foto di candi prambanan saat perpisahan di Jogja

saat berlibur dengan keluarga
foto foto saat wisuda SMP


"Tindakan adalah kunci dari segala kesuksesan" -Pablo Picasso


"Kegagalan adalah suatu kesuksesan jika kita mempelajarinya"-Malcolm Forbes


"Suatu kesuksesan tergantung dari usahanya"-Sophocles
Anindityo Agung Baskoro
X F
Read more »

Tugas-1: Dari Labsky Menaklukkan Dunia - "Pengusaha Muda Untuk Dunia"

               A. Merancang Mimpi

               Nama saya Rozaan Wiryanto. Saya anak biasa yang tidak berbeda dengan yang lainnya. Dulu saya mempunyai cita-cita yang sama seperti ayah saya. Menjadi insinyur mesin, dan berkerja di perusahaan swasta. Mungkin cita-cita itu masih berlaku sampai sekarang. Hanya saja “urutan” cita-cita-nya yang berubah. Sempat juga saya bercita-cita masuk jurusan IT di ITB. Sebenarnya belum ada cita-cita pasti dalam diri saya Dan cita-cita ke-3 saya muncul pada Awal bulan Februari lalu (2010) sekitar kelas 8. Aku melihat ada satu permainan yang sedang “booming”. Mainan itu bernama Rubiks. Saya termasuk seorang pembeli awalnya. Tiba-tiba saya mendapat sebuah bisikan alam! Saya mendapat ide yang mengatakan “bagaimana jika kamu menjual mainan ini ke teman-teman mu?” akhirnya aku mendatangi salah satu penjual mainan di pasar malam dekat rumahku. Aku nego dengannya dan lumayan hasilnya, aku mendapat harga yang cukup murah. Aku menjual mainan ini kepada teman-teman. Hasilnya walau tidak terlalu banyak, tapi lumayanlah untuk menambah uang jajan. Ya. Cita-cita saya yang ke-3 adalah menjadi pengusaha.
                saya menyukai cita-cita ku yang ke-3 (pengusaha), karena pekerjaan itu bersifat bebas. Kita dapat ber-eksperimen dalam bisnis kita sendiri. Tidak terbatas dengan peraturan orang lain. Tidak perlu berpendidikan tinggi (walau akan jauh lebih baik jika di tambah dengan ilmu yang tinggi juga). Dapat belajar untuk membentuk sebuah “sistem kerja” yang efisien. Belajar untuk berusaha mempertahankan reputasi, dengan cara menjawab dengan baik pelanggan yang bertanya, atau fast respond menjawab SMS atau telepon yang datang, dan masih banyak lagi. kita juga berlatih untuk mencari cara untuk tetap bertahan dalam sebuah persaingan bisnis, tanpa harus menjatuhkan bisnis orang lain. Melatih akal, kecerdasan, dan kreatifitas untuk menyelesaikan suatu masalah. Dan masih banyak hal lain yang bisa saya dapat dari cita-cita itu.
                Mengenai cita-cita saya yang pertama (insinyur mesin). Saya menyukai itu karena disana kita dilatih berpikir logis, dan saya memang menyukai pelajaran fisika dan maatematika. Mungkin itu ter-tular dari ayah saya. Jadi kalau-pun saya memilih menjadi insinyur mesin, saya tidak akan merasa keberatan.
                Setiap cita-cita, pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dari pengusaha, adalah kehidupan tidak ada yang menjamin. Tidak ada yang namanya pengurangan biaya rumah sakit, kendaraan, dan lain-lain. Tidak ada juga jaminan gaji yang menetap, kecuali saya sudah membuat perusahaan besar. Dan terakhir, resiko tutup/bangkrut lebih besar. Tetapi kelebihan-nya adalah, cita-cita ini tidak kenal yang namanya umur. Bahkan kita bisa memulai bisnis dari umur 6 tahun (yang penting ilmunya sampai). Tidak ada sama sekali batas umur. Bahkan cita-cita ini adalah pekerjaan yang paling sering di pilih oleh orang-orang yang sudah pensiun dari pekerjaannya yang lama.
Kekurangan menjadi karyawan suatu perusahaan adalah, harus menuruti banyak peraturan-peraturan dari perusahaan itu. Hal itu membuat kita merasa kurang bebas melakukan banyak hal. Menjadi karyawan juga memakan waktu yang lama. Menjadi karyawan pasti brangkat ke kantor subuh sekitar jam 6 pagi, bahkan bisa jam dari jam 5 pagi. Pulangnya pun cukup larut, jam 5 sore atau jam 8 malam. Bahkan bisa lebih.  Jadi dalam jangka waktu itu, kita akan banyak kehilangan pengalaman, kehilangan waktu dengan keluarga, dan kekurangan waktu untuk menghibur diri. Kelebihan-nya adalah gaji,  dan kehidupan yang bisa di bilang terjamin. Walau gaji hanya sekedar cukup, tapi gaji yang didapat sudah dapat di pastikan. Lagi pula, terkadang karyawan dapat bantuan biaya lain, seperti rumah sakit, kendaraan, dll.

B. Target-Target Mewujudkan Mimpi

Untuk mencapai cita-cita saya menjadi insinyur mesin, berarti saya harus masuk jurusan IPA di SMA ini, lalu saya masuk kuliah di sekolah yang bagus dalam jurusan teknik seperti ITB. Dalam perjalanan itu, saya harus belajar dengan sangat serius. Terutama dalam pelajaran matematik, ipa, biologi. Karena tidak sedikit orang yang mempunyai cita-cita seperti saya. Jadi tidak-lah mudah untuk mencapai cita-cita ini. Untuk sekarang, saya lebih fokus ke pelajaran fisika, dan matematika. Karena pelajaran itu adalah 2 dari 3 pelajaran wajib yang di perhatikan dalam pemilihan jurusan. Target saya adalah mendapatkan nilai matematik, dan fisika minimal 5 terbaik di kelas. Memang tidak mudah, tapi harus saya lakukan itu demi terwujudnya cita-cita saya. Walau begitu, tidak saya acuhkan juga pelajaran lain terutama pelajaran Biologi. Pelajaran Biologi termasuk pelajaran penting untuk masuk IPA, sayangnya saya dapat di katakan lemah dalam mata pelajaran tersebut. Yang menjadi kendala saya adalah menghafal nama-nama latinnya. Saya memang sedikit parah dalam hafalan. Jangan kan hafalan, Jadi saya harus extra dalam pelajaran tersebut dan berusaha keras untuk menyukai-nya.
Selain itu, saya juga mempunyai target untuk pergi ke German untuk mengambil S1-nya. Ini sebenarnya target utama saya, mengapa target utama? Karena dengan begitu standard usaha belajar saya akan meningkat, karena lebih tidak mudah untuk mencapainya dibandingkan dengan target-target saya yang sebelumnya. Dengan terbiasanya kita dengan target hidup yang tinggi, bila kita tidak dapat mencapainya dan harus mengambil target dibawahnya, maka akan terasa lebih mudah menjalani-nya. Begitu pula sebaliknya. Kalau target utama lebih ringan dari target ke-2, maka akan jauh lebih sulit jika kita tidak mencapai target yang pertama. Itulah yang di maksud dalam kata-kata “pilihlah cita-cita setinggi mungkin”
Dan untuk mencapai cita-cita saya yang ke-2, target saya hanya satu, yaitu dapatkan sebanyak mungkin pengalaman. Karena kunci dari cita-cita saya yang ini adalah pengalaman.tapi pengalaman apa yang harus di dapat? Banyak. Pengalaman negosiasi, pengalaman sosialisasi, pengalaman membaca karakter orang yang bru kita kenal, pengalaman sukses dalam suatu bisnis, pengalaman bangkrut, pengalaman di tipu, pengalaman bersaing dengan pembisnis lain, dan masih banyak lagi yang perlu kita pelajari, dan belum kita tahu. Sejak bulan februari tahun 2010 lalu, saya memulai belajar banyak hal tentang menjadi pengusaha. Memang usaha-usaha saya yang sekarang adalah usaha dalam skala kecil. Tetapi itu smua hanya masalah skala. Tapi ilmu yang di dapat, tidaklah mengenal skala. kita melakukan usaha kecil, maupun usaha besar, ilmu yang berlaku tidaklah jauh. Dan tetaplah ingat, pengalaman tidak hanya dapat didapat dari diri sendiri, tapi bisa juga dari cerita-cerita atau pengalaman orang lain.
Usaha pertama yang saya lakukan adalah usaha mainan, pertama-tama saya hanya menjual di sekolah saja, tapi jika seperti itu, masa jenuh akan lebih cepat datang. Jadi saya dan ayah mencari cara lain dalam melanjutkan usaha kecil-kecilan saya. Kami mendapat ide untuk menitipkan sebagian stok di warung depan rumah (kebetulan dekat dengan sekolah) dan kami juga mulai untuk pasang iklan di internet. Dan ternyata semakin lancar usaha saya, dan kebetulan juga memang mainan ini sedang booming-booming-nya di Indonesia. Salah satu ilmu yang dapat saya dapat adalah “jika ingin menjalankan suatu bisnis atau usaha, di usahakan sebisa mungkin mencakup semua, yaitu dari ekonomis, sampai mahal” hal itu dapat saya lihat di perbedaan banyaknya barang yang laku antara warung dengan di internet. Barang yang banyak laku di warung adalah barang yang hanya senilai Rp. 3.000 - Rp. 10.000 sedangkan di internet dari sekitar Rp. 15.000 – Rp. 50.000 keatas.
Masih tentang ilmu yang di atas, selain dari pengalaman pribadi, saya juga di ceritakan oleh ayah saya yang sempat juga berkenalan dengan orang yang menjual sound system untuk mobil dan sound system untuk di rumah. Singkatnya produk dia termasuk produk yang bagus kualitasnya, bahkan sampai mendapat penghargaan. TAPI di Indonesia, merek dia tidak terkenal, bahkan saya pun tidak pernah mendengar merek itu. Mengapa demikian? Ternyata jawabannya karena dia hanya bermain pada harga yang mahal. Jadi hanya sedikit orang di Indonesia yang dapat membeli produknya. Mungkin di luar negri produknya terkenal, dan dia sudah mendapat untung yang sangat besar. Tapi coba bayangkan, berapa kali lipat lebih banyak yang bisa ia dapat apabila merek itu membuat tipe ekonomis, dengan kualitas yang bagus? Bisa jadi barangnya menyebar merata ke seluruh dunia, Toh dia tidak akan kehilangan keuntungannya dari produk mahalnya dia. Itu salah satu ilmu yang saya dapat, dan itu sangatlah berguna bagi saya.
Pengalaman-pengalaman seperti itulah yang masih saya cari dan kumpulkan sampai sekarang. Walau tidak semua pengalaman saya hadapi, tetapi bisa saja pengalaman itu datang dari orang lain. Pasti masih banyak pengalaman-pengalaman lain yang belum saya dapatkan. Pesan saya untuk semuanya adalah, lakukan semua hal dan jangan lewati setitik pun, karena semua yang kita lewati pasti mempunyai makna yang lebih untuk kita dan orang lain. Sekian dan terimakasih.
Read more »

Tugas-1: Dari Labsky Menaklukkan Dunia - Pecinta Musik Dengan Impiannya Untuk Dunia


Tugas-1: Dari Labsky Menaklukkan Dunia
Pecinta Musik Dengan Impiannya Untuk Dunia

Merancang Mimpi
“Kalau sudah besar nanti, mau jadi apa?” Pertanyaan ini rasanya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga saya. Bagaimana tidak, seingat saya, sudah dari usia sangat kecil pertanyaan tersebut diberikan kepada saya oleh papa, mama, nenek, kakek, dan masih banyak lagi. Dan seperti layaknya seorang anak kecil, jawaban saya masih sangat sering berubah-ubah. Sesekali ingin menjadi seorang dokter, sesekali ingin menjadi guru, dan sebagainya. Tetapi kata mama, dari berbagai macam jawaban profesi yang saya pilih, saya paling sering menjawab menjadi seorang penyanyi. “Kamu bilang mau jadi apapun, pasti ujung-ujungnya tetap bilang mau jadi penyanyi” ceritanya.

Saya dari dulu memang orang yang menyukai bidang kesenian, tepatnya musik. Musik tentu merupakan sebuah bagian dari hidup setiap orang, tanpa terkecuali, tidak hanya dalam hidup seseorang yang berprofesi dan berkarya dalam musik. Musik juga pastinya merupakan bagian besar dari hidup saya. Bagaimana tidak, saya sudah dikenalkan pada musik di umur yang sangat dini dan sudah merasa terikat dengan music semenjak itu. Sewaktu saya balita, papa dan mama sering sekali membelikan CD yang berisi lagu-lagu dengan berbagai jenis musik, dari mulai lagu anak-anak, lagu-lagu klasik yang biasa dijadikan lagu di dalam sebuah dongeng, hingga lagu-lagu kreasi orang Jepang yang khas dan unik. Mereka lalu selalu mengajak saya mendengarkan lagu-lagu tersebut dan bernyanyi mengikutinya. 

Selain itu, mereka juga sering mengajak saya menonton pertunjukan-pertunjukan musical di Broadway, kemudian film-film musical dari Disney, dan lain lain. Yang menjadi favorit saya pada waktu itu adalah lagu-lagu klasik dari Disney. Saya sangat menyukai alunan agu-lagunya dan selalu terpukau setiap kali mendengarnya. Saya merasakan bahwa terdapat sebuah fantasi dan cerita dibalik kesemua lagu-lagu tersebut. Beberapa judulnya adalah When You Wish Upon A Star, A Whole New World, Someday My Prince Will Come, Zip-a-dee-doo-dah, dan masih banyak lagi. Nenek dan kakek saya yang kebetulan juga seseorang yang pekerjaannya adalah mendalami musik, sangat mendukung saya untuk belajar musik. 

Pada usia 5 tahun, ketika saya masih menduduki bangku TK-B, saya sudah diikutkan les musik berupa belajar piano juga sambil bernyanyi dalam bentuk group di sekolah music Yamaha. Setelah lama mengikuti kegiatan tersebut, tumbuh sebuah keinginan pada diri saya untuk menggantung cita-cita yang lebih menantang dan tetap pada bidang musik. Yaitu ingin menjadi guru senior dan pianis. Maka dari itu, kegiatan saya diperlukan keseriusan yang lebih mendalam. 

Akhirnya, pada usia 8 tahun, saat masih menduduki bangku kelas 3 SD, mama dan papa menambah les piano klasik privat ke dalam jadwal kegiatan saya waktu itu. Tujuan dari menambah kegiatan ini adalah untuk memperkuat bakat musik yang telah saya miliki, menambah ilmu tentang musik, dan tentunya agar ilmu dan pikiran tentang musik saya tidak “kendor”, jadi ibaratnya adalah ini seperti sebuah olahraga dan latihan rutin bagi seorang atlit agar otot-ototnya tidak menjadi kendor dan gerakan-gerakannya tidak menjadi kaku. 

Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa ujian yang telah saya hadapi, banyak step yang telah dilampaui, akhirnya sampai juga pada titik dimana saya merasa jenuh melakukannya. Pada usia 14, saya di kelas 2 SMP, saya memiliki ketertarikan untuk belajar piano pop. Selain untuk menambah wawasan, ini juga mungkin salah satu cara untuk mengurangi kejenuhan tersebut. Lalu mama pun langsung menambahkan satu les lagi, yaitu piano pop privat. Alhamdulillah, hasilnya pun baik. Saya menjadi lebih termotivasi semenjak mempelajari pop. 

Dan semenjak itu juga, tumbuh lagi sebuah keinginan baru. Dalam pikiran saya, saya tidak lagi ingin menjadi seorang pianis, karena profesi tersebut kurang menjamin dan tidak menetap. Melainkan, saya bermimpi setelah saya berhasil menjadi seorang guru dan dikategorikan sebagai guru senior, saya ingin membangun sebuah sekolah musik. Mengapa, karena pekerjaan ini akan menjadi sangat berjasa, karena saya ingin sekali dapat mewujudkan mimpi anak-anak pecinta music di generasi berikutnya. Saat itu, saya merasa mimpi saya yang kali ini sudah cukup matang. Tapi siapa yang tahu, bisa saja sewaktu-waktu berubah lagi. 

Ketiga les tersebut masih saya tekuni sampai sekarang, sebab itu semua harus dituntaskan sampai saya lulus dan mendapat sertifikat dan ijazah resmi dari Yamaha, tempat saya menuntut ilmu musik yang juga merupakan sebuah industri musik ternama di dunia. Selama menuntut ilmu di Yamaha, saya juga telah mendapatkan berbagai pengalaman melihat pemusik-pemusik seumuran saya dari berbagai negara di dunia dan bekerja sama dengan mereka dalam festival-festival tertentu. Terkadang saya suka melihat dan memperhatikan karakteristik dan motif mereka dalam bermain musik dan membandingkan antar negara juga dengan negara sendiri. 

Dan dari sini, muncullah sebuah mimpi yang lebih baru lagi. Saya pikir, musik memang sudah mendunia di jaman sekarang, namun masih jarang sekali terdengar menyatu/dipersatukan. Mimpi saya adalah, saya ingin mewujudkan impian pencinta musik di seluruh dunia, dan ingin menyatukan impian mereka. Saya juga ingin menanamkan suatu pemikiran kepada seluruh pecinta musik bahwa “musik itu membahagiakan”. Jadi, keinginan seseorang untuk menciptakan sebuah karya musik sama nilainya dengan keinginan untuk membahagiakan orang lain. Dan saya sangat ingin menjadi pencetusnya.

Target target mewujudkan mimpi
Keinginan saya untuk mewujudkan mimpi sangat besar, dan itu pun telah menyelimuti pikiran saya untuk masa depan. Karenanya, saya juga telah memikirkan dan merancang berbagai target-target dalam meraihnya. Sebab suatu hal tentunya tidak langsung terjadi bukan, tetapi harus dimulai dari 0 dan melalui proses yang tidak singkat tentunya. Namun, bagaimana pun juga saya ini masih muda dan menurut saya, saya sendiri belum bisa berfikir matang untuk menyusun hal-hal tersebut sendiri tanpa bantuan orang lain. Untungnya, saya sudah mendapat banyak bekal dan nasihat dari orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti guru-guru senior saya, kakek, nenek dan saudara-saudara yang berprofesi di bidang musik. Mereka juga sangat membantu dan memotivasi dalam memberikan setiap arahan. 

Target pertama saya adalah, menyelesaikan ketiga studi piano yang sedang saya tekuni hingga sekarang ini. Yaitu group, piano klasik dan juga piano pop. Karena, setelah menyelesaikannya, saya akan mendapat ijazah resmi dari Yamaha. Tidak hanya ini akan sangat membantu dikala saya ingin meneruskan pekerjaan saya dalam bidang musik, juga karena saya ingin sekali mewujudkan impian saya ini dengan tetap berada di bawah lindungan Yamaha dan berdasarkan kurikulum yang ditetapkan oleh Yamaha. 

Kemudian, waktu yang saya targetkan untuk menyelesaikannya adalah kira-kira 3 tahun kedepan. Jadi, insya Allah kira-kira setelah saya lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), akan bersamaan dengan kelulusan akademi musik saya. Sesudah saya dinyatakan lulus, saya akan mengikuti “Audisi Guru” dan insya Allah saya bisa lolos di 2 bagian pengajaran, yaitu group dan klasik privat. Sementara untuk pop, saya akan simpan sebagai hobi pribadi saja. Saya memang sengaja menargetkan waktu yang cukup cepat dan menyelesaikannya di usia cukup muda. Keuntungan yang di dapat dari hal tersebut adalah, saya bisa menggunakan ilmu yang saya miliki sebagai profesi, yaitu menjadi guru piano, di saat saya menuntut ilmu di perguruan tinggi nanti. Walaupun nanti statusnya adalah pekerjaan tambahan, tetapi ini akan menjadi awal dari karir saya kedepannya. Kedua orang tua saya selalu menegaskan kepada anak-anaknya bahwa kami sudah harus bisa mencari uang sendiri di usia muda, agar kami terbiasa dengan menghargai uang dan tidak terus-terusan meminta. 

Setelah saya lulus dari perguruan tinggi nanti, saya akan menjalani profesi saya lebih serius juga meningkatkan standarnya. Saya akan mengikuti sebuah program yang dinamakan “Masterclass”, di mana ini adalah sebuah kelas ekstensi untuk para guru musik. Andai kata saya lulus dari Masterclass, ijazahnya akan menaikkan senioritas saya sebagai pengajar di Yamaha.

Lalu, setelah saya menjadi guru senior, target berikutnya yang akan saya lakukan adalah membangun sekolah musik sendiri dengan menggunakan sistem Yamaha, insya Allah jika Allah memberikan jalannya. Salah satu komponen dalam impian saya adalah dapat membagi ilmu kepada murid-murid pecinta musik, juga sekaligus menjadi pemilik sekolahnya. Dan mungkin, dalam jangka waktu tertentu, saya juga akan membangun beberapa cabang di Jakarta, kemudian bahkan melebar lagi di beberapa kota besar di Indonesia. Namun, untuk mewujudkan ini tentu sangat tidak mudah. Banyak sekali hal yang harus dipelajari dan dipahami terlebih dahulu sebelum melakukannya. Maka dari itu mungkin saya akan meminta beberapa bantuan dari orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti guru senior dan kakek nenek saya.

Dalam rangka menyatukan musik dari seluruh dunia, yang juga merupakan impian saya, saya pernah berpikir sesekali dan membayangkan untuk membangun sebuah sekolah musik juga, menggunakan sistem yang sama yaitu Yamaha, di beberapa negara lain. Ide ini mungkin terdengar begitu besar dan rumit, apalagi ide ini muncul dari seorang anak berumur 15 tahun. Tetapi saya benar-benar akan berusaha untuk mewujudkannya karena saya sangat ingin ini dapat terwujud, sebab ini mungkin adalah langkah yang sangat membawa pengaruh yang berbeda dan besar. 

Untuk target yang telah saya pikirkan, mungkin saya akan mencoba membangunnya di beberapa negara terdekat di benua Asia terlebih dahulu, seperti Malaysia, dan Singapura. Pembangunan tersebut juga tentunya akan dilakukan dalam jangka waktu yang teratur dan secara perlahan, tetapi pasti tanpa ada terburu-buru. Kemudian, setelah selang beberapa waktu saya akan lihat hasilnya. Apabila hasilnya ternyata bagus dan memuaskan dan sesuai dengan apa yang saya harapkan, tentunya saya akan meningkatkan dan memperluas lagi lingkupnya. 

Bila memungkinkan, saya juga ingin membangun sekolah musik lagi di beberapa negara besar di dunia, seperti Amerika, Inggris, Cina, Jepang, India dan Australia. Pada tahap inilah saya baru akan benar-benar mempunyai kesempatan untuk menyatukan unsur-unsur musik dari seluruh dunia. Pernah terlintas juga di pikiran saya, untuk membuat sebuah festival musik yang mengundang siswa-siswi dari sekolah musik saya baik dari Indonesia maupun negara lain, lalu mereka akan diberikan kesempatan untuk membawakan sebuah persembahan musikal yang khas dari negara mereka masing-masing. Kemudian beberapa dari mereka akan ditunjuk sebagai perwakilan dari negaranya. 

Seluruh perwakilan dari seluruh negara tersebut akan dikumpulkan dalam sebuah program, di mana mereka akan membuat sebuah persembahan musikal juga, tetapi kali ini dengan syarat mereka harus menggabungkan ke-khasan musik dari negara mereka masing-masing dan menjadikannya sebuah simfoni yang bertema “Melody of the World”, dan simfoni ini akan menunjukkan sebuah karakter yang baru dan menakjubkan dan benar-benar melambangkan sebuah kesatuan dari negara-negara dunia dalam bentuk musik. Dan tentunya juga dapat memotivasi pecinta-pecinta musik di seluruh dunia.

Emil Ditri Bintari - XF
Read more »
 

Copyright © 2010 Historical X For Labsky, All Rights Reserved. Design by DZignine