TUGAS 3 : Hanya Ada Di Labsky : TO Hura Hura

Pada tanggal 20 oktober 2011, saya bersama Dasecakra mengikuti kegiatan yang hanya ada di labschool, yaitu trip observasi. Kegiatan Trip Observasi kali ini berlokasi di kampung parakan ceuri, kegiatan ini berlangsung selama lima hari dari tanggal 20 oktober 2011 sampai dengan 24 oktober 2011.

Pada tanggal 20  oktober 2011, saya datang ke sekolah pada pukul enam pagi dan segera melakukan apel serta briefing untuk keberangkatan. Setelah itu saya menuju bis yang harus saya naiki. Kami berangkat sekitar pukul tujuh pagi. Kami menghabiskan waktu di perjalanan selama sekitar tiga jam, waktu yang sangat lama hanya untuk duduk diam, jadi anak-anak di bus kami melakukan banyak permainan dan hal-hal aneh yang lainnya. Setelah bus berhenti di suatu tempat kami masih harus berjalan lagi untuk sampai ke desa. Kami harus melewati medan yang cukup sulit untuk dilalui dengan tas yang cukup berat, tetapi kami sanggup melewati medan tersebut dengan bantuan tongkat. Setelah berjalan selama kira-kira tiga puluh menit akhirnya kami sampai di lokasi yaitu kampung parakan ceuri. Disana kami berkumpul di lapangan kampung parakan ceuri untuk melaksanakan apel lagi, padahal badan kami sudah sangat pegal karena membawa tas yang cukup berat dan melewati sawah- sawah, banyak dari kami yang mengeluh, tetapi tetap saja kami harus melaksanakan apel. Setelah apel selesai kami berkenalan dengan orang tua asuh dan beristirahat serta makan siang di rumah orang tu asuh kami, yang bernama pak hadri. Rumah-rumah disana berbentuk panggung dan tidak terlalu besar, juga sangat nyaman, kelompok saya akan menginap disana selama lima hari. Setelah itu kami harus sholat di masjid yang cukup jauh dari rumah orang tua asuh kami. Setelah sholat kami melakukan kegiatan PDP kegiatan ini berupa penelitian terhadap kampung parakan ceuri. Tema kelompok kami adalah pengaruh keanekaragaman tumbuhan kepada tanah di kampung parakan ceuri. Stelah berkeliling selama beberapa menit kami kembali ke rumah orang tua asuh kami dan mendiskusi kan bagaimana agar tugas-tugas yang harus dikerjakan saat TO harus selesai semua. Akhirnya, kami memutuskan untuk bagi tugas dan memisahkan diri, dan saya bertugas untuk jaga rumah. Setelah selesai kami duduk-duduk dan mengobrol sambil menunggu waktu sholat maghrib. Sebenarnya waktu itu adalah waktu bersih diri tetapi tidak ada satu pun dari kelompok kami yang bersih diri, jadi kami mengobrol saja sampai waktu maghrib dan berganti baju, agar jika waktu maghrib tiba kami tidak perlu buru-buru berganti baju dan lari ke mesjid. Setelah waktu maghrib dating kami berjalan dengan santai ke masjid bersama kelompok-kelompok lain juga. Kami berada di masjid sampai ba’da isya. Setelah dari masjid kami kembali ke rumah orang tua asuh dan makan malam bersama kakak OSIS kami yaitu kak Dane dan kak aji. Makanan malam itu cukup enak, setelah makan kami ke lapangan untuk menonton pensi. Setelah pensi adalah waktunya tidur dan jaga vendel. Malam itu saya tidak bias tidur karena sudah tidur saat siang hari. Jadi saya menemani yang jaga vendel ytang saya tau kami menjawab lampu senter dengan benar dan mendapat 2 pita hijau, setelah itu saya akhirnya tertidur.

Dan keesokan harinya yaitu hari kedua atau 21 oktober 2011, saya bangun pukul empat pagi dan langsung disuruh berganti baju oleh kak Dane dan kak aji. Setelah itu kami langsung ke masjid dengan agak terburu-buru, sayang, jalan yang gelap dan turunan yang agak licin membuat banyak orang tergelincir. Setelah sholat kami berganti baju olah raga dan melanjutkan dengan lari pagi. Dengan kondisi jalan yang naik turun membuat saya sangat lelah, setelah lari pagi kami langsung kembali kerumah untuk melaksanakan bersih diri, setelah bersih diri kami dan teman teman melanjutkan laporan PDP yang belum selesai dan menyiapkannya untuk dipresentasikan, sekitar pukul 9 saya dan teman teman langsung menuju ke lapangan untuk mempresentasikan hasil wawancara, sementara saya menjaga rumah sambil mempersiapkan lintas budaya. Setelahpresentasi PDP selesai saya bersiap-siap ganti baju dan sholat di rumah. Tema lintas budaya kelompok kami adalah bali, dan pakaian yang saya gunakan adalah pakaian keagamaannya. Setelah kegiatan lintas budaya selesai kami terpaksa berteduh di tenda karena hujan terun dengan sangat deras. Kami pun agak kedinginan. Tetapi ketua angkatan Dasecakra memimpin kami untukmenyanyikan yel-yel angkatan dan lagu-lagu lainnya. Momen itu adlah momen yang takkan terlupakan. Setelah hujan sedikit reda kami kembali ke rumah orang tua asuh kami masing-masing. Kami diberi waktu untuk bersih diri tetapi karena saya sudah mandi di pagi hari jadi saya tidur. Saat waktu maghrib saya dibangunkan dan disuruh berganti baju lalu saya ke masjid lagi sampai ba’da isya dan makan malam di rumah orang tua asuh kami kembali. Saat yang lain menonton pensi saya menjaga rumah karena saya harus menjaga vendel dari pukul dua belas malam sampai pukul dua pagi besoknya. Saat saya menjaga vendel saya sangat mengantuk karena saya kurang tidur kemarin, saat lampu senter diarahkan ke saya, saya kaget dan tidak melihat dengan jelas apa yang di senteri oleh kakak osis. Jadi saya menyerah dan melempar senter ke lantai. Lalu saat saya sedang tidur-tiduran sambil mengobrol tiba-tiba ada kakak osis berdiri di depan pintu dan membuat saya kaget, saya langsung bangun dan kata kakak Osis tersebut jangan sampai ketiduran. Setelah itu waktu menunjukkan pukul dua pagi dan saya langsung melompat untuk tidur.
Hari ketiga atau 22 oktober 2011, saya sangat mengantuk hari ini, tetapi saya dibangunkan lagi-lagi pukul 4 oleh kakak-kakak PDP kami. Setelah itu kami sholat subuh lalu berganti baju dan senam. Setelah senam saya melakukan PKD bersama pak hadri, pekerjaan bapak hadri adalah pedagang bambu dan kambing. Kami diajari cara mengurus kambing dan cara menebang bambu. Setelah itu saya berganti baju dan membantu baksos di lapangan sampai waktu zuhur, saya pulang dan makan siang lalu salat zuhur. Sorenya adalah Lintas budaya sesi ke dua yaitu kelompok enam belas sampai tiga puluh. Setelah itu saya kembali ke rumah berganti baju untuk solat maghrib dan isya di masjid lalu makan malam di rumah. Karena besoknya adalah penjelajahan jadi tidak ada pensi dan hanya ada briefing penjelajahan.
Keesokan harinya kami bangun pagi dan langsung melaksanakan sholat subuh, sebagian dari peserta sudah menggunakan kaos  TO agar menghemat waktu, ketika sholat subuh selesai pun semua peserta langsung menuju ke lapangan dan berbaris sesuai kelompok masing masing, dan beruntung kelompok saya mendapatkan urutan keberangkatan ke  11, urutan yang masih termasuk awal. Setelah semua kelompok berkelompok pemanasan pun dilakukan, guna mencegah resiko kecelakaan. Pemanasan dipimpin oleh pasukan kopasus, pemanasan berjalan dengan lancar setelah itu kami pun berangkat sesuai dengan urutan keberangkatan, setelah sekitar  30 menit kelompok saya akhirnya pun berangkat.  Kami pun berjalan menuju pos pertama yaitu pos seksi kesenian jaraknya cukup jauh dan medannya pun sangat menanjak, karena masih kelompok awal saya masih jarang terpeleset karena jalan setapak yang belum terlalu licin setelah beberapa lama kemudian saya pun hampir sampai ke pos kesenian, dipos kesenian saya harus menirukan suara kambing yang sedang tenggelam dan meminta tolong, saya pun terpaksa menirukannya setelah berhasil menirukannya kakak kakak osis yang berada di pos kesenian itu menuliskan nama kakak osis yang saya beri surat cinta di dahi, jabatan osis yang diinginkan di pipi kanan, dan kakak osis yang paling dibenci dipipi kiri dengan menggunakan lipstick berwarna merah. Sebelum berangkat dari pos ini salah seorang dari kakak osis yang ingin saya beri surat cinta berkata bahwa dia akan menunggu surat dari saya. Setelah selesai di coret coret kelompok saya melanjutkan perjalan menuju pos kedua yaitu pos olahraga, diperjalanan menuju pos olahraga saya melewati pemandangan yang indah saya pun berfoto bersama untuk tugas  pub dok dan tidak lama kemudian sampailah saya di pos olahraga, disana saya dan kelompok saya disuruh melakukan buta tuli dan menyanyinkan yel yel angkatan, setelah melakukan hal tersebut kelompok saya pun dapat melanjutkan perjalanan menuju pos bela Negara. Setelah melewati medan yang turunan sampailah saya di pos bela Negara, ketika sampai saya dan teman teman kelompok saya disambut dengan bentakan bentakan dari kakak kakak bela Negara, di pos ini saya harus masuk kedalam kolam lumpur dan harus melewati labirin dan ketika sudah melewati labirin saya dan teman teman kelompok saya di bentak bentak dan disuruh melakukan push up. Setelah push up kami semua disuruh baris dan hormat kepada bendera Indonesia dan bendera bela Negara. Setelah melakukan itu semua kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos rohis yang terletak di air terjun, kami berjalan menelusuri kebun teh dengan kondisi badan yang sangat bau, jalan menuju pos rohis tidaklah mudah, medan yang harus ditempuh sangat sulit sehingga banyak dari peserta yang terpeleset. Setelah sampai di pos rohis, kelompok saya disuruh untuk menyebutkan anggota rohis satu persatu secara berurutan, dan kelompok saya pun berhasil dan saya dapat membersihkan diri di air terjun selama lima menit, di air terjun itu pemandangannya sangat indah dan airnya pun sangat dingin. Setelah selesai kelompok kami sudah bersih dan tidak bau lagi dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos kesmas yang letaknya sangat jauh dari pos rohis ini, kami harus melewati jalan raya lalu menelusuri kebun teh lagi dan harus jalan dipinggir sawah, setelah sekian lama saya pun sampai di pos kesmas. Di pos kesmas saya dan teman teman saya harus menebak penyakit yang dipraktekan oleh ketua kelompok saya, dan saya pun dapat menjawab penyakit yang dipraktekaannya, kami pun dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus melakukan push up. Kami menuju pos berikutnya yaitu pos danlog, di pos ini kelompok saya harus menyebutkan siapa saja yang menjadi seksi dana  dan logistic, kelompok kami pun dapat menyebutkannya tanpa halangan, tetapi kami harus berteriak-teriak nyanyi sampai pos edukasi, tidak lama kemudian kami sampai di pos edukasi. Di pos ini saya harus menjawab 3 pertanyaan yang diberikan oleh kakak kakak seksi edukasi, akan tetapi kelompok saya hanya dapat menjawab 2 pertanyaan saja, akhirnya kelompok kami pun disuruh melakukan push up sebanyak 7 kali dan akhirnya dapat melanjutkan peralanan pulang, jalan menuju rumah cukup jauh akan tetapi saya dan teman teman masih semangat dan setelah sekitar 1 jam saya sampai dirumah dan dapat melakukan bersih diri. Di rumah kami selonjoran di agak depan rumah dan mengobrol tentang penjelajahan yang baru dilalui, sambil menunggu giliran mandi. Setelah mandi kami membersihkan name tag dari lumpur, saat sedang santai saya baru ingat kalau saya harus membuat surat cinta untuk kakak osis agar mendapat tambahan pita hijau. Setelah saya frustasi karena tidak ada inspirasi untuk surat cinta saya memutuskan untuk berjalan-jalan sampai waktu maghrib dan saya melanjutkan membuat surcin saat makan malam lalu saya menonton dan memainkan pensi kelompok saya. Setelah acara pensi selesai ada acara api unggun yang cukup mengharukan da nada acara bernyanyi bersama lalu saya memberi surcin ke kakak osis yang ingin saya berikan surat itu dan dibalas dengan 2 pita hijau. Lalu saya pulang packing dan tidur.
Hari terakhir, terlalu lama awalnya tapi terlalu cepat akhirnya. Kami akan segera pulang. Kami senam sarapan dan packing. Bermaafan lalu apael. Setelah itu kami pulang ke Jakarta dan sampai di labschool dengan selamat.
Read more »

Tugas-3: Hanya Di Labschool-Pra dan Trip Observasi:Lahirnya Dasecakra dan Lima Hari Bersama-sama

Tak terasa pengujung tahun pun tiba. Dan sekarang saya sudah 4 bulan bersekolah di labschool kebayoran. Banyak sekali kegiatan yang sudah diselenggarakan, seperti misalnya MOS (masa orientasi siswa),pilar (pesantren kilat ramadhan), dan program tambahan lainnya yang diselenggarakan oleh kakak kakak osis. Tentu saja yang menurut saya yang akan paling dikenang adalah program “akbar” nya. Menurut saya, untuk kelas sepuluh ini terdapat dua program akbar. Saya mengatakan suatu program adalah program besar dari berapa banyak hari yang diperlukan untuk acara tersebut dilaksanakan. Yang pertama adalah program yang bernama BINTAMA (bina mental kepemimpinan siswa) yang akan dilaksanakan sekitar 4 bulan dari sekarang. Dan ada juga program yang baru satu bulan saya lewati yaitu TO (Trip Observasi). Ini adalah salah satu dari berbagai rangkaian program wajib yang disajikan oleh labschool kebayoran.
Inilah cerita sedikit tentang cerita saya ketika kegiatan TO yaitu sebagai anggota dari kelompok yang seimbang,maksudnya kelompok ini memiliki empat perempuan dan empat laki-laki,didampingi oleh seorang guru pengganti karena guru yang seharusnya ikut tidak dapat hadir, yaitu kelompok 27: Hela Rotane.
            Tentu saja sebelum kita memulai suatu kegiatan maka kita harus mempersiapkan segala halnya agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Begitu pun dengan TO. sebelum kita memulai kegiatan TO juga ada persiapannya terlebih dahulu yaitu Pra-TO (pembekalan trip observasi).

Pra-TO: Hari Pertama
Sebenarnya Pra-TO ini sudah dilakukan jauh sebelum hari-H nya,tepat setelah kami selesai ujian tengah semester, kami langsung melakukan pengecatan dasar untuk tongkat dan pada hari selasa,rabu dan kamisnya kami membuat name tag dan mengecat tongkat dengan motif,kegiatan ini lebih tepatnya disebut Pra-“Pra-TO”. dan secara resmi Pra-TO dimulai pada hari jum’at tanggal 14 Oktober 2011. Kegiatan Pra-TO ini dibuka dengan acara lari pagi, pada saat ini kami belum resmi menjadi peserta Pra-TO, setelah lari pagi dan membersihkan diri, kami pun melaksanakan kegiatan apel pagi. pada saat apel, kami sudah dinyatakan resmi menjadi peserta Pra-TO. Setelah kegiatan apel berakhir kami pun melanjutkan aktivitas yaitu mendesain display PDP kami yang akan ditampilkan pada dewan juri siang harinya setelah makan siang bersama. Tema untuk display pun sudah ditentukan jauh hari sebelumnya yaitu pada waktu  pra-“pra-TO”. Tema untuk kelompok kami adalah ‘’pengaruh perkembangan teknologi penanaman sawah terhadap pendapatan kampung parakan ceuri’’. Kami pun memulai mendesain display kami agar terlihat sebagus mungkin. Kami mendesainnya dengan menambah gambar seorang petani,dan sebagainya. Setelah kami selesai mendesain display kami dan mengisi laporan proposal untuk PDP kami, saatnya waktu untuk shalat dan makan siang bersama, setelah selesai kami pun di arahkan ke tempat yang sesuai dengan instruksinya,satu ruangkan diisi dengan 3 hingga 4 kelompok untuk menampilkan display yang telah didesain sedemikian rupa. Semua kelompok sudah menampilkan displaynya masing-masing dengan bagus, dan tentu saja tidak ada yang sempurna,kami pun mendapat kritik yang membangun dari para dewan juri, setelah kegiatan presentasi ini berakhir, kami di arahkan ke hall, untuk briefing singkat. Dan setelahnya kami dibawa ke tengah lapangan rumput  untuk pemberitahuan posisi kegiatan besok yaitu siaga tongkat dan dilanjutkan dengan apel sore. Hari pertama pra-TO pun selesai. Dan masih ada hari kedua yaitu keesokkan harinya.
Pra-TO: Hari Kedua
         Seperti hari pertama, hari kedua pra-TO dimulai dengan kegiatan lari pagi, hanya saja rute lari pagi untuk hari kedua ini “agak” lebih jauh dari rute biasanya, setelah lari pagi selesai kami pun di arahkan untuk melakukan formasi yang kemarin telah diberitahukan untuk siaga tongkat. Bunyi peluit pertama menandakan bahwa kegiatan siaga tongkat dimulai. Para kakak osis pun mulai menarik tongkat kami secara paksa dari belakang, dan untuk dikembalikan kami harus beradu argumen tanpa melakukan kontak fisik kepada kakak osis yang mengambil tongkat tersebut. 10 menit pun berlalu,bunyi peluit kedua menandakan bahwa kegiatan siaga tongkat sudah selesai. Akhirnya kami pun membersihkan diri dan melakukan apel pagi. setelah apel pagi, kami melakukan kegiatan “simulasi” PKD (Peduli Kehidupan Desa) yaitu kegiatan untuk bekerja bersama orang tua asuh kita,kalau lebih sederhananya ini seperti salah satu program reality show “jika aku menjadi…”. Kami berpasangan dengan kelompok 28 pun membantu seorang karyawan yang bernama bapak da’un, ternyata bapak ini sudah lama bekerja di labschool kebayoran, dan beliau tidur di dalam masjid. Kami membantu beliau dengan menyirami tanaman,memotong tanaman liar,dan menyapu sampah sampah kecil, setelah selesai dengan PKD. Kami diberi tugas untuk membuat laporan tentang kegiatan PKD yang sudah kami lakukan, setelah itu kami disuruh belajar memasak menggunakan kompor minyak, dan perwakilan tiap kelompok diajarkan cara menggunakan kompor tersebut,ketika menunggu teman perwakilan dari kelompok yang diberitahu cara menggunakan kompor tersebut, kami menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak. Setelah selesai dengan cara menggunakan kompor tersebut akhirnya masing-masing dari kita memasak, dan setelah selesai, kami disuruh mengundang salah satu anggota osis /mpk untuk makan bersama dengan kelompok kami,dan sayangnya kakak tri umpvirate (saya tidak tahu cara mengejanya) tidak kunjung datang. Setelah selesai makan bersama kami pun disuruh membereskan sisa makanan tersebut dan mulai latihan untuk pentas seni yang dilakukan setelah shalat dzuhur, setelah shalat dzuhur kami pun diarahkan untuk pergi ke aula lantai 4. Disana kami melakukan pentas seni,setelah selesai kami pun turun kembali ke hall. Disana kami mendapat kabar gembira, lahirnya angkatan 11 dengan nama “dasa eka cakra bayangkara” dan ketua angkatannya. Tetapi kebahagiaan itu pun harus ditunda karena diluar sana para kakak osis pun sudah menunggu dengan tongkat kami yang bertebaran dimana mana. Setelah selesai mengambil tongkat kembali, kami akhirnya melakukan apel sore. Akhirnya,pra-TO pun selesai, maka sekarang saatnya kami melakukan aktivitas inti yaitu… TO.

TO: Hari Pertama
       Waktu menunjukkan pukul 5.30 pagi. kami semua berkumpul di hall untuk melakukan apel pagi dan pelepasan murid dari orang tua, setelah itu kami pun bersegera ke bis untuk langsung jalan ke kampung parakan ceuri, bis kami pun tidak bisa dibilang mewah. Dengan keterbatasannya tempat dan harus mendengarkan lagu dangdut yang saya kurang tahu lagunya,tapi pemandangannya memang indah. Untuk mengisi waktu luang saya mengisi TTS yang terdapat didalam buku panduan TO. Ketika sampai pun kami masih harus berjalan menuju kampung parakan ceuri tersebut, perjalanannya memang menenangkan hati,ketika tiba di lapangan pasir kami disambut oleh para penduduk parakan ceuri yang ramah dan kami pun disuguhi musik oleh warga sekitar sambil menunggu teman kami yang belum datang. Setelah semua teman kami datang, kami pun diperkenalkan kepada orang tua asuh kami,dan orang tua asuh kami pun mengajak kami ke rumah beliau, rumah beliau ini bisa dikatakan bukan yang paling bagus diantara semuanya, tapi tetap saja nyaman. Ketika sampai pun, kami belum bisa mengambil nafas lega. Kami harus mengumpulkan data untuk presentasi pdp untuk yang kedua kalinya. Setelah berhasil mengumpulkan data untuk presentasi pdp kami, kami pun makan siang bersama dan setelah itu shalat ashar. setelah shalat ashar, kami tidak ada kegiatan lain hingga shalat maghrib, setelah shalat maghrib kami melakukan kegiatan yang bernama “marhaban”. Kami melakukannya hingga adzan isya, setelah shalat isya saya dan teman saya menuju ke rumah kami sedangkan teman kami menuju ke lapangan atas untuk menonton acara pentas seni. Setelah pentas seni selesai, kami pun tidak dapat tidur dengan tenang karena kami harus menjaga vendel. Saya dan teman teman saya mendapat giliran jam 12 malam. Ketika sudah selesai tongkat kami pun jatuh sendiri tanpa sebab.

TO: Hari Kedua
       Hari kedua pun tiba, dan waktu menunjukkan pukul 4 pagi, kami bersiap siap untuk beribadah shalat subuh,setelah shalat subuh kami diberi pemberian ilmu oleh bapak guru. Setelah selesai pemberian materi, kami pun balik ke rumah untuk persiapan lari pagi. lari pagi pun berakhir, dan kami harus bersiap siap untuk kegiatan pkd. Karena orang tua asuh kami ini hanya bekerja bila mendapat panggilan, kami pun membuat pipa pasangan karena air untuk  MCK kami sangat kecil. Akhirnya setelah selesai kami tidak melakukan apa-apa lagi hingga shalat zuhur, setelah shalat zuhur, kami membawa karya pdp kami ke tempat yang telah ditentukan, kami pun mempresentasikan hasil pdp kami. Akhirnya azan ashar pun berbunyi, kami disuruh bersiap siap untuk melakukan kegiatan lintas budaya. Kebetulan kelompok kami mendapat Negara India, dan yang jadi peraganya ada saya sendiri dan teman saya yang bernama ara. Semua pun siap menuju lapangan atas untuk melakukan kegiatan lintas budaya,hanya saja yang berpresentasi hanya 15 kelompok pertama, dan sisa nya hanya mengelilingi daerah saja,akhirnya lintas budaya selesai. Dan hujan deras menghantam kp. Parakan ceuri, kami semua pun terjebak didalam tenda, tapi tidak mematahkan semangat kami. Kami pun menyanyikan yell yell angkatan. Dan akhirnya hujan reda dan kami bergegas pulang kerumah masing masing untuk persiapan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib kami mendengarkan kultum hingga azan isya, setelah shalat isya seperti hari pertama,saya pun menunggu dirumah sedangkan yang lain ke lapangan atas karena saya merasa kurang enak badan. Dan juga malam itu pun kami harus jaga vendel yang terakhir. Untung saja tidak ada yang jatuh seperti hari pertama.

TO: Hari Ketiga
        Hari ini bisa dibilang hari bermalas-malasan hingga zuhur, Karena kelompok kami tidak mengikuti kegiatan apa apa dikarenakan kami tidak menang seleksi pkd. Setelah shalat zuhur kami disuruh untuk menyaksikan presentasi pdp terakhir dilapangan atas. Setelah selesai saya pun bergegas pulang karena saya harus tampil untuk lintas budaya. Alhamdulillah lintas budaya pun berjalan dengan lancar,walaupun kelompok saya tidak memenangkannya. Akhirnya setelah lintas budaya sama seperti hari ke dua, setelah shalat maghrib kami mendengarkan kultum hingga shalat isya,setelah shalat isya tidak ada pentas seni dikarenakan besoknya akan ada penjelajahan di gunung burangrang. Sayangnya saya divonis untuk tidak ikut penjelajahan. Walaupun sedih apa boleh buat, saya harus menerimanya.

TO: Hari Keempat
       Hari ini adalah “puncak” dari segala kegiatan inti TO. Dikarenakan saya tidak ikut penjelajahan, saya pun hanya bersilahturahmi ke rumah kelompok lain dan bersantai disana hingga teman teman saya yang ikut penjelajahan tiba. Akhirnya teman kami tiba, dan mereka menceritakan tentang pengalaman mereka ketika penjelajahan. Dan kami pun tidak melakukan apa apa hingga azan maghrib. Dan seperti biasa, kami mendengar kultum hingga azan isya, setelah shalat isya kami pun pergi ke lapangan atas untuk pentas seni terakhir dan juga acara api unggun, ketika pentas seni kami semua disambut oleh gerimis ringan, setelah pentas seni berakhir, kami melanjutkannya dengan acara api unggun, disini saya merasakan keakraban diantar kami semua sebagai satu angkatan utuh. Memang kenangan yang paling berkesan sepanjang TO. Setelah selesai kami pun pulang dan melakukan packing kecil dan tidur.

TO: Hari Kelima/Terakhir
      Tak terasa,hari terakhir pun tiba. Saya merasa cukup sedih meninggalkan rumah ini karena saya sudah sangat akrab dengan orang sekitarnya dan orang tua asuh kami. Setelah packing besar dan menaruh barang bawaan kami ke dalam truk barang, kami pun berfoto dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang tua asuh kami dan menuju ke lapangan atas untuk apel terakhir. Dan setelah apel berakhir diberikanlah penghargaan kepada kelompok dan peserta terbaik. Lalu kami menuju ke bis yang lebih besar dari bis sebelumnya dan ber ac. Keberangkatan kami tertunda karena ada bis yang nyasar ke daerah TO labschool rawamangun dan cibubur. Akhirnya kami pun menuju ke sekolah. Pemandangan di sekitar sungguh indah, itulah yang membuat saya susah untuk tidur dijalan. Setibanya disekolah kami pun langsung ke hall untuk pengembalian murid ke orang tua. Setelah selesai, saya pun segera mengambi, koper dan pulang kerumah.

Harus saya katakan, TO memang melelahkan. Tapi pengalaman dan semua ilmu yang diberikannya memang Worth it.



Mohon maaf atas kurangnya foto




Kelompok Hela rotane dan orang tua asuhnya
Read more »

Tugas 3 - Hanya Ada di Labschool : TO, bukan sekedar cerita


                  Labschool sering mengadakan progam-program sekolah yang wajib dilaksanakan agar dapat memenuhi persyaratan kenaikan kelas. Salah satunya ada Trib Observasi atau TO yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2011 di Purwakarta, tepatnya Dusun Parakan Ceuri. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar 5 hari, dari Kamis pagi sampai Senin siang. Dalam mengikuti kegiatan tersebut, masing-masing siswa wajib membuat sebuah nametag dan tongkat yang dicat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Biasanya, dalam pembuatan kedua benda tersebut, setiap kelompok membagi anggotanya menjadi dua ( Satu untuk mengerjakan nametag, sisanya mengerjakan tongkat ). Kelompok saya terdiri dari Vito, Ozzy, Zaki, Ninis, Oza, dan Oya yang biasa kami sekelompok panggil Dormin. Saya mendapat tugas mengecat tongkat di lapangan hijau bersama anggota kelompok lainnya, seperti Maga, Iman, Eki, Mardik, dll. Dalam pengerjaannya, kami mengukur tongkat tersebut dengan detail dan mengecatnya dengan rapi. Akan tetapi, waktu memaksa kami untuk bergerak cepat dan selesai apa adanya. Di kelompok Maga, salah satu anggotanya yang bernama Eki lebih banyak bersenang-senang dibanding dengan pekerjaannya. Akhirnya, ia diberi julukan oleh kelompoknya “talk more, do less”. Namun keesokan harinya, ia sendiri mengganti julukannya menjadi “talk more, do more”, karena hasil pekerjaannya sudah meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Di hari terakhir pengecatan tongkat, saya dan Iman masih tetap bekerja pada tahap outline garis. Saat itu, kami disinari oleh teriknya matahari siang. Namun pekerjaan akhirnya terselesaikan bersama-sama.
                Seperti biasa, sebelum para murid, osis dan mpk, maupun guru yang bersangkutan diberangkatkan, semuanya wajib mengikuti apel pagi. Apel atau upacara tersebut dibina oleh prof. Arif Rahman dan dipimpin oleh osis seksi bela negara. Setelah apel selesai, pemberangkatanpun dilaksanakan. Bus-bus sudah menunggu di parkiran siap untuk mengantar kita kesana. Bus kelompok saya dan dua kelompok lainnya berada di barisan paling belakang, tepat di sebelah bus osis. Oleh karena itu, kami semua menjaga sikap dan berusaha tidak ribut dan alay sebelum keluar dari sekolah. Namun salah satu teman saya yang bernama Ozzy, tetap saja alay dan tertawa bersama-sama di dalam bus. Sebelum bus diberangkatkan, beberapa teman saya ingin buang air kecil, namun karena waktunya sudah terlalu mepet, akhirnya ditunda sampai 2 jam perjalanan ke Parakan Ceuri.
                Saat bus mulai dijalankan, semuanya duduk dengan tenang dan melambai-lambai ke orang-orang yg berada di luar parkiran. Beberapa saat kemudian, teman saya yang bernama Vito mulai merusuh dengan membunyikan pluit dengan keras, lalu menyapa semua orang yang dilalui bus kami dengan kencangnya. Walaupun mengganggu orang di luar, namun pekerjaannya membuat semua anak laki-laki di bus tertawa. Sesampainya di tol, kebanyakan murid sudah teller, alias tertidur. Saat saya terbangun, pemandangan sudah berubah berupa tanaman dan bukit yg lumayan hijau. udara yang tadinya panas, sekarang berubah menjadi dingin sejuk, sehingga kami semua terebas dari kepanasan. Beberapa saat kemudian, bus kami mulai menuju ke gang sempit yang tidak jelas sampai akhirnya berenti di tengah-tengah tanjakan. Kamipun diperintahkan untuk turun dan berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Setelah berkumpul, kami bergerak menuju hutan yang akhirnya mengarah ke sawah yang sangat luas. Perjalanan dari tempat bus ke desa tujuan lumayan jauh, dengan membawa tongkat serta tas besar di bahu. Namun karena pemandangan indah berada di sekitar perjalanan, rasa pegalnya lama-lama hilang.       
                Sesampainya di lokasi, seluruh peserta diminta untuk berbaris, lalu mengadakan apel sekaligus memperkenalkan orang tua asuh masing-masing keompok. Sebelum itu, kami disambut dengan nyanyian pukulan lesung padi oleh ibu-ibu warga desa setempat. Apel berlangsung lama sambil disinari oleh panas matahari. Sebagian dari kami terlalu capai sehingga bergerak ke belakang menuju tenda, salah satunya adalah Ikko. Mungkin karena sedang tak enak badan, ia bergerak menuju tenda dan duduk ditemani oleh guru sekolah. Sedangkan kami yang berada di barisan belakang sibuk membuat lubang di tanah dengan menghentakkan tongkat keras-keras. Tujuan utamanya agar melupakan panas dari matahari, namun malah membuat tanahnya menjadi bolong-bolong. Tanpa rasa bersalah, setelah selesai apel, kami langsung beranjak ke rumah masing-masing orang tua asuh. Ternyata, rumah kelompok saya tak jauh dari lokasi apel, dan kami sangat beruntung karena rumah orang tua asuh kami tergolong paling bagus dan bersih. Baru saja duduk dan memperkenalkan diri, kami harus mengambil koper yang letaknya lumayan jauh di bagian bawah desa. Perjalanan menuju truk tempat koper kami diletakkan sangat enak, turunan dan jalan datar. Sedangkan ketika balik ke rumah untuk menaruh koper, perjalanannya menjadi sangat berat, seperti perjalanan dari bus berenti ke lokasi apel. Apalagi ketika saya dan ozzy berduaan membawa 3 bodypack berukuran besar dan aqua 1,5 liter yang berjumlah sangat banyak. Kami perlu bolak-balik sebanyak 3 kali untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Walaupun barang bawaannya banyak, tapi lama-kelamaan selesai juga dan kami beristirahat di dalam rumah. Ketika malam harinya, saya teringat bahwa saya harus mempersiapkan diri untuk kultum setelah solat subuh. Oleh karena itu, saya mengambil Al-Quran dan mempelajarinya sebelum tidur.
                Keesokan harinya, jam setengah 5an saya dan semua peserta sudah berada di dalam mesjid untuk melaksanakan solat subuh. Karena setelah ini saya dijadwalkan untuk kultum, saya berdoa sungguh-sungguh saat solat, dan ternyata, kultum saya ditunda hingga 2 hari mendatang. Semua jeri payah menghafal hilang dalam sekejap. Pagi harinya, saya dan ozzy tidak ikut lari pagi karena mendapat bagian memasak sarapan dibantu oleh pdp kami yg bernama kak Rizky. Saat memasak, Ozzy berkata bahwa ia sering membuat orak-arik telor, oleh karena itu ia ditugaskan untuk membuat orak-arik telor, sedangkan saya dan kak Rizky membuat nasi goreng kornet. Setelah nasi gorengnya jadi, saat kami melihat kearah Ozzy, ternyata orak-arik telor yang dimaksudnya adalah telor orak-arik garing, sehingga hampir mirip dengan kulit ayam, namun dengan rasa telor goreng. Disaat kami bercanda dan tertawa, datang kakak pdp osis perempuan yang bermuka cantik dari kelompok lain, ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada pdp saya, yaitu ka Rizky, karena hari itu ia berulang tahun. Setelah itu, ia masuk dan bermain sejenak, mengicipi kulit ayam yang berasa telor buatan Ozzy dan nasi goreng kornet buatan saya. Kakak pdp itu akhirnya balik beberapa saat kemudian. Saya baru sadar kalau di TO ini, kami disuruh untuk membuat surcin (surat cinta) ke osis atau mpk yang lawan jenis. Langsung terlintas kakak pdp yang tadi menghampiri rumah kami, lalu saya bertanya kepada Ozzy, “Zzy, tadi pdp yang maen kesini siapa namanya??”. Ozzy pun menjawab, sekaligus menanya, “Ka Saly, emang napa ga?”. saya hanya dapat menjawab, “Oh.. Gak papa..”. Dan dari saat itulah, saya mulai merancang surcin untuknya.
                Di malam harinya, saya dan Ozzy mendapat tugas lagi, yaitu menjaga vendel yang nantinya akan disinari oleh lampu senter berwarna-warni, lalu kita harus menjawabnya dengan benar. Sebelum kami jaga, sudah ada Ninis dan Oza yang jaga dari jam 10 sampai 12, sedangkan yang laki-laki kebagian jam tengah malam, yaitu 12 sampai 2 malam. Sekitar jam 1an, kami bosan karena osis tak datang-datang untuk menguji konsentrasi kami. Oleh karena itu, Ozzy pergi ke dapur untuk membuat teh hangat. Persis sekali dengan yang di iklan  Teh Sariwangi. Tak lama kemudian, datang 2 osis dengan membawa senter dan kertas plastik 4 warna. Salah satu osis tersebut adalah kakak dari Rafi Helmi yang biasa dipanggil Biji. Ia duduk di luar jendela sebelah kanan saya bersama kak Riandri. Untungnya, saya dapat dengan mudah melihat plastik yang disenterinya lewat jendela sebelah saya. Dan hasilnya, semua kode terjawab dengan benar dan kami bisa tidur dengan nyenyak.
                Hari ke tiga, saya mengorbankan lari pagi saya dengan kembali memasak sarapan bersama Ozzy. Mungkin karena ingin lari pagi bersama, saya putuskan agar besok mengikuti lari pagi bersama. Di hari ini, semua kelompok kebagian untuk presentasi, namun saya bukan bertugas di bidang tersebut, sehingga sehari menjadi hari paling tenang dan paling tentram sepanjang TO. Saya sempat singgah ke rumahnya Maga dan bernyanyi bersama sampai mendapat pita kuning dari kak Aji karena salah menyanyikan lagu. Setelah itu, saya kembali mengerjakan tugas lainnya, seperti membuat komik berukuran besar dan menghias surcin. Karena terlalu ngantuk, saya tertidur saat sedang menggambar komik. Lalu beberapa teman dari kelompok saya membangunkan saya dan menyuruh untuk menyerahkan surcin. Karena saya masih ngantuk dan belom bangun sepenuhnya, saya mencoba untuk mencari suratnya dan keluar rumah, lalu membacakan surcin yang berisi tentang puisi gombal yang lumayan kece. Setelah membacanya, saya diberi 2 pita hijau oleh kak Saly dan berfoto bareng dengan muka saya yang masih teler. Malam harinya, giliran Vito dan Zaki yang jaga vendel pada jam 12, dan saya bisa tidur dan bersiap untuk Penjelajahan di hari esok.
                Hari yang ditunggu-tunggu kebanyakan peserta tiba, hari dimana kita melaksanakan penjelajahan. Apesnya, saya yang kemarin ingin merencaakan lari pagi bersama gagal karena kita hanya melakukan senam di sepanjang jalan. 2 orang di kelompok kami tak diijinkan untuk mengikuti penjelajahan, yaitu Vito dan Oza. Vito yang merupakan ketua kelompok Bolelebo tak diijinkan dengan alasan matanya yang masih sakit, jadi ia hanya menunggu di rumah beserta murid lainnya yang tidak ikut penjelajahan. Jadi, ketua kami digantikan oleh Ozzy. Sebelum dimulainya penjelajahan, kami berbaris dan menuggu untuk dipanggil per kelompoknya.  Beberapa saat setelah kelompok kami dipanggil, kami sampai di pos kesenian, dimana muka kami dicoret-coret dengan lipstick. Bagian atas menunjukkan orang yang diberi surcin, pipi kanan menunjukkan jabatan yang ingin dicapai, dan pipi kiri menunjukkan osis/mpk yang kurang disukai. Karena dulu saya seangkatan dengan Aldy, saya memberitahu kakak osis kesenian kalau yang kurang disukainya adalah Aldy. Namun sat sampai di pos olahraga, Aldy sempatmelihatnya, dan ia memberi tugas kepada saya saat penjelajahan, yaitu memberikan bunga kecil kepada kak Widya di pos bela negara. Saat memberikan bunga kepadanya, ia sempat bingung dan akhirnya mengijinkan saya untuk pergi. Dari pos bela negara, kami menempuh perjalanan yang lumayan jauh sampai akhirnya berada di air terjun dan kami diminta untuk membersihkan diri. Untungnya, setelah itu kami diberikan  makan berupa pop mie yang lumayan bisa mengganjal perut sampai pulang nanti. Diperjalanan pulang, kelompok kami sempat berfoto-foto di lahan teh, yang membuat kelompok lain menunggu dengan sabarnya, terutama kelompoknya Norman yang tepat dibelakang kelompok saya.
                Malam terakhir kami disana ditutup dengan api unggun dan menyanyi serta menari bersama-sama. Semuanya tampak bahagia sampai beberapa orang mulai menyatakan perasaan ke lawan jenis dan ada yang jadian pada malam itu. Api unggun diakhiri dengan bersalam-salaman antar sesama, osis, mpk maupun peserta. Hari terakhir diawali dengan operasi semut dan diakhiri dengan pemulangan kami ke Jakarta serta apel penutupan di sekolah. Sungguh suatu moment yang tak akan lepas dari diri saya



 Faktor penyebab macetnya barisan di area kebun teh


 Foto sebelum berangkat penjelajahan


 Vendel kelompok kami


 Foto bersama walaupun wajah masih teler


 Foto terakhir sebelum pulang ke Jakarta

Read more »

Tugas 3 : Hanya Ada Di Labschool “Pelajaran Hidup Yang Berarti Di Parakan Ceuri”


Pada tanggal 20 – 24 oktober 2011,sekolah Labschool kebayoran mengadakan kegiatan yang sudah menjadi kegiatan tahunan bagi sekolah ini,yaitu kegiatan Trip Observasi atau kami biasa menyebutnya TO.Sesuai dengan judulnya,mungkin memang benar kegiatan ini HANYA ADA DI LABSCHOOL.Kegiatan ini akan dilaksanakan di Parakan Ceuri,Purwakarta

Tetapi,sebelum mencapai kegiatan ini,terlebih dahulu kami harus menghadapi yang namanya Pra Trip Observasi(Pra TO).Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kesiapan kami baik secara mental maupun fisik menghadapi Trip Observasi.Dalam kegiatan pra Trip Observasi ini juga kami sudah mulai mempersiapkan bahkan mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan Trip Observasi,seperti penyusunan awal PDP dan akan kami presentasikan juga pada hari pertama pra Trip Observasi,dan ada juga yang namanya Simulai PKD,saat Pra Trip Observasi,kami ikut membantu pekerjaan orang tua asuh kami saat Pra TO,yaitu salah satu pramubakti di sekolah.Dan untuk mengikuti Pra Trip Observasi,kami harus mempunyai name tag dan tongkat.Sekitar satu minggu sebelum Pra Trip Observasi,kami sudah dibagi menjadi beberapa kelompok,kelompok ini akan tetap sama sampai kegiatan Trip Observasi berakhir.Kebetulan saya menjadi bagian dari kelompok 9”AMPAR-AMPAR PISANG” bersama Sandhia,Rheza,IP,Emil,kanya,Ami,Uti,dan Kak Dilla.Dan kami mendapat pendamping yang sangat baik yaitu kak Ila dan kak Valerie.Dan mulai hari itu,kami sudah mulai membuat  name tag dan tongkat.

Saat-saat pembuatan name tag dan tongkat,itu adalah saat yang sangat menyenangkan menurut saya.Karena kami dituntut untuk kreatif,hati-hati,tetapi tetap bersenang-senang dalam pengerjaannya.Kelompok kami dibagi menjadi 2,sebagian membuat name tag dan sebagian lagi membuat tongkat.Dan saya sendiri kedapatan untuk membuat tongkat.Tongkat dan name tag kami ini,dijadwalkan harus selesai 1 hari sebelum Pra Trip Observasi dilaksanakan.

Tepat 1 hari sebelum Kegiatan Pra Trip Observasi dimulai,kami berhasil menyelesaikan tongkat dan name tag tersebut.Setelah kedua pekerjaan itu beres,kami dikumpulkan di hall untuk mendengarkan informasi soal apa-apa saja yang akan dilakukan dan apa yang harus dibawa besok.

Saya akan menceritakan secara singkat saja mengenai kegiatan Pra Trip Observasi.Di hari pertama kami melakukan lari pagi dengan rute lari seperti biasanya dan setelah lari kami melakukan pendinginan di lapangan.Kemudian di hari pertama itu ada yang namanya Simulasi PKD,saat di Parakan Ceuri nanti,kami akan memiliki orang tua asuh,dan kami juga akan membatu pekerjaan orang tua asuh kami disana.Untuk itu,di Pra Trip Observasi,diadakan dulu simulasi PKD untuk member gambaran pada kami bagaimana kegiatan PKD sesungguhnya yang diadakan di Parakan Ceuri nanti.Di Simulasi PKD ini,kami bersama kelompok 10 mendapat orang tua asuh yaitu salah seorang pramubakti di sekolah.Jadi kami pun harus membantu membersihkan kelas-kelas.merapikan meja,membersihkan jendela,dll.Dan Di hari pertama pun kami harus presentasi PDP tahap awal.Kelompok saya mendapat tema PDP tentang pemanfaatan gravitasi dalam proses pengaliran air di Parakan Ceuri.Sore harinya kembali kami diberi informasi soal besoknya.

Hari kedua kami kembali lari pagi,dan setelah lari pagi ada satu kegiatan yang namanya SIAGA TONGKAT.Kegiatan ini dilakukan untuk melatih ketangkasan,kesigapan,dan kekuatan tangan kami dalam memegang tongkat.Dan di hari kedua itu kami melakukan kegiatan masak-masak.Kegiatan yang sangat menyenangkan saya rasa.Dan Siangnya kami harus menampilkan Pensi.Tema pensi dari kelompok saya ada AMIGOS,kami menampilkan sedikit drama dan tarian.

Selesai kegiatan Pra Trip Observasi,kami diberi waktu tenggang 4 hari,dan barulah hari kamis tanggal 20 Oktober kami berangkat Menuju Parakan Ceuri.Sebelum pergi terlebih dahulu kami mengadakan apel,dan selesai apel sekitar jam 6.30,kami berangkat.perjalanan kesana memakan waktu sekitar 3 jam-an.

Dan sesampainya disana,kami tidak diturunkan tepat di kampungya,tapi mungkin sekitar beberapa Kilo Meter dari kampungnya.Sehingga kami harus berjalan menyusuri medan yang cukup sulit. Kami harus melewati  sawah, hutan, dan lainnya sebelum tiba di Kampung Parakan Ceuri. Walaupun cukup lelah tapi kelelahan menjadi tak terasa karena indahnya pemandangan sepanjang perjalanan yang sangat jarang bisa kami lihat dan kebersamaan kami semua dalam menyusuri medan tersebut. Suasana  pedesaan pun tanpa sadar sudah  terasa dekat. Setelah tiba di Kampung Parakan Ceuri kami pun melaksanakan apel terlebih dahulu dan mendapat sambutan dari warga.Kami juga diperkenalkan dengan orang tua asuh kami selama 5 hari kedepan.Dan kelompok 9,mendapat orang tua asuh yang bernama Pak Abun.Kami pun langsung diajak pak Abun menuju kerumahnya yang akan menjadi rumah yang kami tumpangi selama 5 hari kedepan.Saat sampai dirumah Pak Abun,ternyata istri dan 1 orang anak laki-lakinya sudah menunggu.Kami pun melakukan perkenalan dan mengobrol dengan keluarga itu sekaligus meminta izin untuk boleh tinggal dirumah Pak Abun selama 5 hari.Keluarga pak Abun menjamu kami dengan sangat,sangat,dan sangat baik.Pak abun juga berkata bahwa pekerjaannya sebetulnya adalah berdagang mie ayam di Purwakarta.Tetapi saat di kampung,beliau suka pergi ke kebun yang kebetulan kebun miliknya sendiri atau membantu mengurus sawah.

Setelah lama mengobrol,kami pun diberi waktu untuk istirahat,shalat,makan siang sebelum melakukan kegiatan selanjutnya.Setelah selesai ISHOMA,kami pun melakukan kegiatan selanjutnya yaitu mencari data untuk penelitian kami.Tetapi 2 orang harus jaga rumah untuk bersih-bersih dan memasak.Dalam pencarian data,kami melakukan pengamatan ke beberapa tangki air dan sumber air itu ditampung.Kami juga melakukan wawancara ke beberapa warga untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.Selesai mencari data kami kembali kerumah untuk shalat ashar,istirahat dan persiapan shalat maghrib.

Hari mulai gelap,kami menuju  masjid yang letaknya ada dibawah untuk melaksanakan shalat maghrib dan isya.Setelah selesai shalat kami kembali kerumah untuk makan malam,dan kemudian kami harus ke lapangan untuk menyaksikan beberapa hiburan dan quiz soal kampung parakan ceuri.Tetapi kembali harus ada 2 orang yang menjaga rumah.Setelah acara selesai,kami langsung kembali ke rumah untuk berisitirahat.Tetapi saya dan Rheza mendapat tugas untuk menjaga vendel dimalam pertama.Aturan mainnya adalah Kami tidak boleh tertidur dan jika kakak-kakak OSIS datang dan memberikan sinyal-sinyal senter dengan kertas mika berwarna, kami pun harus membalas dengan warna yang tepat.

Pada hari kedua kami harus bangun sekitar pukul 04.00 pagi untuk melaksanakan sholat Subuh di masjid atau majelis ta’lim. Setelah melaksanakan ibadah pagi kami pun melanjutkannya dengan olahraga pagi. Namun ada 2 anggota kelompok yang harus tetap tinggal di rumah untuk menyiapkan sarapan bagi anggota lainnya. Pada hari kedua itu kami berolahraga pagi dengan lari pagi di sekitar lingkungan Parakan Ceuri.lelah tapi menyenangkan lari pagi kali ini,karena kami dapat menikmati pemandangan pedesaan di pagi hari. Setelah melaksanakan kegiatan olahraga pagi, kami pun melaksanakan bersih diri dan sarapan dengan makanan yang telah disiapkan 2 orang yang tinggal di rumah.Setekah makan selesai,kami melakukan kegiatan selanjutnya yaitu PKD(Peduli Kehidupan Desa) yaitu kami harus membantu orang tua asuh kami bekerja.Kami ikut Pak Abun pergi ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar.Kami pun diajarkan oleh belia bagaimana cara menebang-memotong pohon yang benar sehingga bisa mudah melakukannya. PKD selesai tetapi kami harus membuat gambar yang menjelaskan mengenai pekerjaan orang tua asuh dan apa saja yang kami lakukan pada saat kami melaksanakan PKD. Selain itu kami harus menuangkan ceritanya dalam bentuk essay. Setelah sholat Jumat dan sholat Dzuhur kami pun melaksanakan seleksi presentasi PDP yang kedua. Setelah itu kami melaksanakan sholat Ashar dan melaksanakan lintas budaya.Kelompok 9,mengirim Sandhia dan Emil untuk menjadi wakil lintas budaya kelompok kami.setelah selesai lintas budaya,kami pun sholat Maghrib dan sholat Isya. Setelah itu kami makan malam dan ke lapangan untuk menyaksikan pensi-pensi yang terpilih dan penampilan-penampilan lainnya. Pentas seni selesai pada pukul 10.00 malam dan kami pun kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat. Namun seperti malam sebelumnya,malam ini masih ada yang harus shift malam atau jaga vendel.

Di hari ketiga kami harus tetap bangun pukul 04.00 pagi untuk shalat subuh lalu melanjutkannya dengan kegiatan olahraga pagi. Kali ini olahraga pagi yang akan dilaksanakan adalah senam dengan bimbingan seorang angkatan darat. Setelah selesai senam kami kembali ke rumah dan melaksanakan bersih diri, sarapan, dan bersiap untuk kegiatan selanjutnya.Di hari Ketiga ini,Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain, presentasi PKD, educare, bakti sosial, dan persiapan final presentasi PDP,tetapi sayangnya kelompok saya tidak lolos ke final presentasi PDP.Tetapi tidak apa-apa,karena kami telah mendapat banyak ilmu dari penelitian tersebut,kemenangan bukanlah keutamaan.Yang bertugas untuk presentasi PKD adalah saya,uti,dan sandhia.untuk educare adalah anggota wanita kelompok saya,dan untuk sukarelawan bakti sosial adalah rheza.Saya,uti,dan sandhia berusaha menampilkan presentasi sebaik mungkin.Setelah kegiatan PKD,educare,dan bakti sosial selesai,kami kembali kerumah untuk ISHOMA dan setelah itu kami ke lapangan untuk menyaksikan final presentasi PDP. Setelah selesai kami bersiap untuk sholat Maghrib dan Isya. Setelah selesai sholat kami langsung kembali ke rumah masing-masing untuk packing penjelajahan dan mempersiapkan bekal  agar kami tidak kesulitan pada saat penjelejahan keesokan harinya. Setelah makan malam dan bersiap-siap kami pun langsung tidur agar saat penjelajahan kami bisa fokus tidak cepat lelah. Dan di malam ketiga ini,tidak ada piket malam.

Pada hari keempat kembali kami bangun pukul 04.00 pagi untuk melaksanakan sholat Subuh. Setelah itu kami bersiap-siap untuk penjelajahan.Dan seluruh anggota kelompok saya ikut serta dalam penjelajahan,tidak ada yang berhalangan apapun.Kelompok saya mendapat urutan jalan yang ke 8.Dan interval waktu keberangkatan tiap kelompoknya berselang 5 menit. Di awal kami sudah harus menghadapi jalan yang menanjak dan licin dikarenakan pada sore dan malam kemarin hujan turun kampung Parakan Ceuri. Kami semua harus saling membantu dan saling memperhatikan satu sama lain,agar tidak terjadi apa-apa dan kami harus tetap bersama dlama 1 barisan.Setelah cukup lama berjalan kami pun tiba di pos pertama yaitu pos kesenian. Di pos ini wajah kami akan dicoret atau dituliskan dengan lipstick. Pada dahi kami dituliskan nama kakak kelas yang kami berikan surat cinta. Di pipi kanan dituliskan jabatan apa yang diinginkan jika kita menjadi OSIS. Dan di pipi kiri dituliskan nama kakak OSIS yang tidak disukai.Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan.Kembali kami menempuh Jalan yang licin, belum lagi ada tanjakan atau turunan.Kami tetap memperhatikan dan membantu 1 sama lain.akhirnya tiba di Pos kedua yaitu pos olahraga. Kami diperintahkan untuk buta tuli dan menyanyikan lagu-lagu yang berkaitan dengan labschool.Kami juga sedikit disirami air oleh kakak-kakak osis seksi olahrga. Setelah diperbolehkan pergi kami melanjutkan perjalanan melewati rintangan-rintangan dan tibalah di pos ketiga yaitu pos bela negara.Pos yang cukup membuat jantung saya berdebar. Disana kami disuruh untuk merayap di lumpur dan push up di lumpur. Pada saat merayap di lumpur saya .Dan tanpa sadar ternyata tongkat-tongkat kami sudah dimasukkan ke dalam lumpur dan vendel kami dipatahkan dan kami harus mencarinya.Lalu kami diperintahkan untuk hormat pada bendera merah putih dan bendera bela Negara dan akhirnya kami diperbolehkan pergi. Lalu kami berjalan menuju  pos selanjutnya dan ternyata adalah pos rohani. Pos rohani tersebut berada di sekitar  air terjun dan kami  diberi kesempatan untuk membersihkan diri .sayangnya kami hanya boleh bersih diri selama 3 menit. Setelah itu kami turun dari air terjun dan diberi waktu istirahat sebentar sambil menyantap pop mie dan kemudian melanjutkan perjalanan melewati kebun teh dan sawah.Tidak terlihat hutan lagi dikanan dan dikiri jalan.Kamipun tiba di pos kesehatan. Di pos kesehatan ini kami disuruh untuk melakukan peragaan soal suatu penyakit dan anggota kelompok yang paling belakang dan kebetulan saya sendiri harus menebaknya.sayangnya kelompok saya gagal menebak nama penyakitnya karena peragaanya kurang jelas menurut saya.Dan kamipun melanjutkan perjalanan kembali.Berjalan cukup dekat ternyata kami langsung tiba di pos berikutnya yaitu, pos dana dan logistik. Di pos ini kami diberikan tugas untuk menebak posisi masing-masing kakak osis yang ada di pos tersebut pada sie.dana dan logistik.Dan ternyata kami berhasil mengurutkannya dengan benar.Lalu Kami pun melanjutkan perjalan.Dan kembali kami menemukan medan yang cukup berat dilewati,tetapi apa yang tidak bisa jika dilakukan bersama-sama.Pos terakhir sudah terlihat.Dan tentu saja itu adalah pos Edukasi. Di pos tersebut kami harus menjawab 3 pertanyaan yang diajukan dan jika kami tidak berhasil menebaknya kami harus menerima hukuman berupa push up.Dan kelompok kami berhasil menjawab 2 dari 3 pertanyaan,untuk itu kami harus menebus satu jawaban yang salah dengan push up 5 kali. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali dan tak lama kemudian ternyata kami sudah tiba kembali di Kampung Parakan Ceuri dengan sehat,selamat,dan lengkap. Kami langsung lapor  kepada guru dan kami langsung  kembali ke rumah untuk bersih diri dan beristirahat total.kelompok saya tiba sekitar pukul 12.00,dan kami punya waktu luang sampai maghrib untuk bisa tetap tinggal dirumah.kami langsung bersih diri dan sholat Dzuhur,makan siang,shalat ashar,tidur,dan shalat Maghrib. Lalu kami pergi ke lapangan untuk menyaksikan pentas seni dan mengadakan acara api unggun.Kami menyaksikan banyak sekali hiburan pada malam itu. Setelah pentas seni selesai kami pun melaksanakan api unggun. Pada saat api unggun suasana keakraban dan hangatnya kebersamaan kami sangat terasa.Kami semua yakin kami akan menjadi angkatan yang kompak dan kokoh.

Dan tibalah di hari kelima,sangat tidak terasa menurut saya sudah melewati 5 hari yang penuh makna ini terutama bersama kelompok saya kelompok 9.Pagi-pagi kita sudah harus menaruh barang-barang bawaan kita di truk,lalu kita melaksanakan apel dan akhirnya kembali ke Jakarta.Sampai saat ini pun masih terbayang jelas apa saja yang telah saya lalui selama TO bersama kelompok 9 dan bersama angkatan Dasa Eka Cakra Bhayangkara.Kegiatan TO ini memberikan makna yang sangat besar bagi hidup saya.Dan kebersamaan angkatan sebelas terasa begitu hangat selama mengikuti kegiatan ini.Kegiatan yang benar-benar tidak akan saya lupakan.





 




















Read more »
 

Copyright © 2010 Historical X For Labsky, All Rights Reserved. Design by DZignine