Apa Yang Telah Saya Lalui Selama Ini Dalam 15 Tahun

Hai, nama saya Ganendra Arya Pradhana. Biasa dipanggil Ganen, Arya, Ndra. Ya memang begitulah hidup ini banyak panggilan. "Rumah Bersalin Asih" yang terletak di melawai merupakan tempat kelahiran saya. Ya memang hidup ini monoton. Mungkin anda merasakannya apa tidak, memang hidup ini monoton juga. Yaa 30 September 1996 telah lahir seorang manusia. Siapa? Banyak dong, tapi salah satunya saya. Ganendra.... Ya artinya pasukan dewa. Sulit dipercaya bukan? Hehe saya juga tidak percaya kok..... Arya artinya.... Wah saya lupa. Sedangkan Pradhana artinya perdana atau pertama. Saya berasal dari keluarga sederhana, tidak terlalu kaya tidak kismin juga. Ibu saya namanya Wisdha Wijayanti, sedangkan bapak saya namanya Bahar Basuki. Ya memang hidup ini monoton, saya dibesarkan di Melawai juga..... Hanya beberapa langkah dari rumah bersalin kelahiran. Lalu pada umur sebelas bulan saya sudah bisa berjalan.

Sebenarnya melawai itu rumah eyang saya dari bapak, karena bapak lima bersaudara jadinya saya pindah ke pancoran, rumah dari eyang saya dari ibu. Beginilah jenjang pendidikanku dimulai. Pertama saya memulai playgroup di.... Hmmmm namanya itu...... Taman Bermain. Ya memang taman bermain. Disana saya diajari matematika dasar seperti satu tambah satu.... Dan sebagainya heheh. Playgroup saya memang tidak terlalu jauh dari rumah sehingga kadang saya suka membolos.... Tetapi setelah saya masuk Taman Kanak-kanak tingkat A di Yasporbi dekat Bidakara, kehidupan saya mulai berubah. Belajar bangun pagi, makan, minum, pipis bersih, dan lain lain. Dan akhirnya saya bisa membaca pada umur..... Empat tahun!! Yeah saya bangga sekali. Apa saja saya baca hoho.

Setelah TK A kunjung selesai, entah kenapa keluarga saya memutuskan pindah ke Pamulang..... Ya langsung saja kami waktu itu mencari sekolah untuk saya. Al-Azhar 15 Pamulang..... Ya itu yang saya baca waktu itu. Kedengarannya keren. Ternyata memang keren. Dan keesokan harinya aku langsung ikut kegiatan disana. Remang-remang, tapi dari sinilah saya mengingat hidup saya. Wow pertama kali "Ikrar" itu apa? Apa itu? Bagaimana? Wah saya sama sekali tidak tahu itu apa. Dan.... Saya tidak bisa mengingat kehidupan TK B awal... Aneh. Ah iya saya mulai belajar berkenalan disini. Kehidupan memang masih monoton. Tidak ada yang wow sekali

Tes masuk eSDe Alpam (Al-Azhar Pamulang) memang hmmm susah. Saya sama sekali tidak bisa menggambar dan lain lain tapi akhirnya lulus juga. Di SD saya memulai kelas 1 saya di kelas 1 A. Wow disini saya mendapat banyak teman. Ada juga anaknya Koeswoyo.... Lah saya juga kaget. Di kelas 2 C adalah kelas yang paling membahagiakan untuk saya. Temannya seru-seru dan menggiurkan. Ah saya kangen sekali dengan kelas itu. Dimana kalau hujan deras ya banjir dan kalau panas ya panaaaas banget. Saat semester dua, sekolah diambil alih oleh Medco sehingga akhirnya ada AC di kelas saya.

Kelas 3 aku pindah ke pancoran... Nenekku memintanya. Jadi saya pun tes di Al-Azhar 1 atau dikenal sebagai Alpus. Memang sekolahnya wow sekali dibandingkan dengan Alpam. Delapan lantai dengan lift. Sedangkan di Alpam hanya tiga lantai dengan tangga biasa. Di kelas ini saya berkenalan dengan Muhammad Fikri Sudarto atau yang biasa dipanggil Eki. Dialah yang menjadi sahabat saya sampai kelas sepuluh ini.

Ya kelas 4..... Banyak kenangan buruk disini. Saya hampir mendapat pacar tapi saya.... Tolak hehe. Ya begitulah hidup monoton ini. Kelas 4 saya mulai menggunakan kacamata. Katanya saya minus empat dan lima karena keturunan. Begitulah kehidupan saya dimulai dengan ke-nerd-an hohoho. Akhirnya kelas 5 saya mendapat wali kelas laki-laki. Yesss, dan akhirnya saya memulai pembelajaran sesungguhnya di sini. Pada awalnya saya dapat membina IPS. Wah ternya belajar itu seru sekali. Di SD saya tidak pernah mendapatkan remedial sekalipun…. Dulu saya dianggap pintar di SD. Ah mulai kelas enam saya. Hahaha ini adalah kelas yang paling menyenangkan. Walaupun begitu saya harus menyelesaikan UASBN yang katanya sangatlah susah. Ya begitulah semua dikaitkan dengan nilai dan nilai. Tidak lebih dan tidak kurang. Hidup ini monoton bukan?

Akhirnya setelah menjalani kelas 6 yang sangatlah melelahkan, kami mengadakan perpisahan di Lembang. Ya memang itu adalah hal sangat mengasyikan. Disana kami menginap dia hari dan satu malam. Acaranya tidak begitu padat sehingga enak. Ya begitulah, ada yang membawa kartu Yugioh, ada yang bermain bola, ada yang menggalau dan lain-lain. Yaa asik-asik sajalah dan pada malamnya, teman sekamar saya muntah entah kenapa…. Dan saya pun lelah dan akhirnya tidur. Memang Lembang adalah tempat yang sanagatlah mengasyikan. Tidak lama setelah itu keluarlah hasil UASBeeN!!! Wah saya deg-degan. Ternyata NEM saya hanyalah….. 24.5 heheheh. Tidak termasuh tinggi dan rendah juga. Bahagianya saya.

Wah tidak terasa liburan SD sangatlah cepat. Sebelum UASBN saya sudah mendapat SMP,  yaitu SMP Labschool Kebayoran. Entah kenapa saya ditawari akselerasi dan saya menolaknya. Padalah sebelum tes SMP saya mendaftar di SMP Al-Azhar 1 dengan program aksel namun tidak diterima…. Ya begitulah sekali lagi

Memang saat Masa Orientasi Siswa (MOS) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Labs Fresh Schoold day memang membahagiakan dan tidak enak. Di sana saya dimarahi, dibotak, melakukan hal yang melelahkan. Memang itu semua demi awal yang bagus hehehe. Setelah itu entah kenapa saya masuk kelas 7B. Disana saya pernah mendekati seorang cewe dan sampailah pada hubungan tanpa status hehehe. Tapi semua itu hanya pada masa ababil jadi tak apalah. Di kelas 7 ini banyak yang menarik seperti pengenalan pada remed….. Ya begitulah saya di SD tidak pernah remed. Lalu pada silat Perisai Diri, dan lain lain. Nah beranjaklah ke kelas 8. Disinilah masa bengal-bengal saya. Sering menginap rumah orang. Berkata kasar. Wah sanagatlah hina pokoknya. Disini saya mendapat pacar bernama Eureka. Ya entah kenapa saya bisa jadian dengan dia dan lain lain. Wow sekali pokoknya. Entah kenapa juga saya menjadi eksis di kalangan sekolah. Bingung ya bingung hehe. Disini saya mulai mengenal warnet sakral depan sekolah bernama Cyan Beverages. Ya ini adalah tempat berkumpul sini situ sana sono dan lain-lain. Seru sekali disini. Ah iya saya juga mendapatkan game yang sakral juga namanya Defense of the Ancients atau yang lebih dikenal sebagai DotA yang dibuat oleh IceFrog. Banyak teman-teman yang bisa saya dapatkan disini. Mereka sudah mengenal kekeluargaan, seperti yang memiliki Cyan. Namanya Mba Mer dan Bang Rijal. Meraka sangatlah baik, menganggap kami sebagai keluarga mereka juga. Kelas delapan itu tidak penuh dengan kegiatan. Hanya bimensi yang membuat saya botak. Ya begitulah. Akhirnya naik ke kelas Sembilan dengan nilai yang kurang memuaskan di semester dua. Di kelas Sembilan ini saya  dikenalkan dengan paket yang sangatlah menyusahkan, menyita banyak waktu dan lain lain. Pada awalnya saya tidak suka dengan paket namun pada lama kelamaan saya senang karena paket itu menyenangkan hahaha.

Ya begitulah kehidupan kelas Sembilan semester satu yang memfokuskan pada uan dan mendapat peringkat satu DKI. Walaupun begitu pelajaran yang diajarkan sangatlah susah karena itu menggunakan persepsi baru, seperti matematika peluang dan lain lain. Ya dikala kelas tujuh dan delapan mengadakan ujian tengah semester kami mengadakan tes paket. Apa itu? Hanya mereview pelajaran yang telah dipelajari di paket. Paket satu itu kelas tujuh, dua kelas delapan dan tiga kelas Sembilan. Namun semua itu terlewati dengan kesenangan setelah melewati ujian akhir nasional yang menjadi akhir dari semua pertanyaan selama smp. Memang ini adalah masa yang tersulit bagi saya, namun saya melewatinya dengan nilai 25.55. Nilai yang sangatlah standard dan waktu itu pacar saya yang sekarang sudah tidak lagi mendapat…. 38.2. Ya begitulah dan semua itu aku panjatkan terimakasih kepada nenek yang saat sisa hidupnya yang terakhir selalu mendukung saya belajar.

Saat mengunjungi makam nenek saya merasa sangat bahagia karena bisa melewati masa masa sekolah menengah pertama dengan tidak suram. Dan entah kenapa tadinya saya sudah berencana bersekolah di sekolah menengah pertama Al-Azhar 01 malah mendapat sma labschool kebayoran. Ya saya tidak tahu apakah bahagia apa tidak namun semua itu berkat petunjuk orang tua jadinya saya masuk di sma labschool kebayoran

Ya memang masa pra masa orientasi murid adalah sangat yang membahagiakan karena masih mempunyai rambut panjang sisa libur panjaaaaang kelas Sembilan. Ya memang setelah itu harus botak tapi taka pa, hidup baru saja dimulai. Di sma ini pelajaran sangatlah susah sekali, bahakan dua kali. Kimia sangatlah berubah total. Fisika mempelajari glbb tapi entah kenapa lebih susah dan ips…. Wah susah ditanya. Bab pertamanya mempelajari tentang apa sih itu ilmu ips. Remed bertebaran dimana mana. Saya letih remed terus namun semua itu terbayar karena saya menemukan cara belajar yang baru.

Ada juga Trip Observasi atau yang disingkat to. Ini adalah acara yang sangatlah mengenang di dalam kelas sepuluh ini. Tidur di rumah penduduk, tidak bawa hp, dapat perlakuan tegas, memasak sendiri dan lain lain. Untungnya saya diberi kemudahan dengan keahlian tuan rumah. Saya sangatlah merindukan sensasi dimana dibangunkan dengan alarm hp kakak osis lalu jaga vendel dan lain lain. Semua asyik disini.

Setelah trip observasi dimulailah pelajaran yang remednya tiada kunjung selesai. Pelajaran sangatlah susah. Pada saat ulangan umum saja saya harus be;ajar sampai….. jam dua belas malam atau lebih. Ya memang saya baru bisa serius setelah jam sepuluh keatas karena sudah mulai sunyi. Ya memang walaupun begini saya tetap senang dengan kehidupan saya. Saya sudah mendapat keluarga baru. Keluarga dalam arti pertemanan bukan yang itu…. Ya begitulah saya berbahagia dalam hidup ini. Ah iya dalam ulangan umum ini saya hanya tidak memenuhi kkm tiga pelajaran saja…. Betapa senangnya.


Read more »

TUGAS 1 - Dari Labsky Menaklukkan Dunia : Mimpi-Mimpi yang Akan Terwujud dari Selembar Kertas Putih

Merancang mimpi

Saat kecil, setiap kali nenek, kakek, om, tante, dan kedua orang tua saya bertanya ‘kalo gede mau jadi apa?’ saya pasti menjawab ingin menjadi seorang dokter. Bagaimana tidak, dari saat saya masih berada di bangku taman kanak-kanak, papa kerap kali berkata ‘Dissa kalo udah gede mau jadi dokter yah’. Bukan hanya sugesti dari papa, tapi saat kecil, saya berfikir bahwa pekerjaan sebagai dokter adalah pekerjaan yang mulia selain itu juga bisa mendapat penghasilan yang tidak sedikit. Dan profesi sebagai dokter memang profesi yang paling sering diminati anak-anak.

Seiring berjalannya waktu, saya tetap bercita-cita ingin menjadi dokter di bangku SMP. Bahkan saat itu saya telah berfikir ingin menjadi dokter gigi spesialis orthodontic, menjadi dokter spesialis penyakit dalam atau dokter bedah. Namun mama saya berkata lebih baik tidak menjadi seorang dokter bedah, karena akan sangat sibuk dan disamping itu saya adalah seorang perempuan yang nantinya akan menjadi seorang istri dan ibu. Dan pada akhirnya saya lebih tertari untuk menjadi dokter gigi spesialis orthodontic. Selain resiko terhadap pasien nya tidak sebesar dokter bedah, waktunya prakteknya pun bisa lebih fleksibel. Jadi kehidupan rumah tangga saya nantinya juga mungkin akan lebih terkontrol.

Selain bercita-cita menjadi dokter gigi spesialis orthodontic, saya juga memiliki hobi bernyanyi. saya pun pernah beberapa kali menjuarai lomba menyanyi saat berada di bangku sekolah dasar. Dan saat pertemuan keluarga, kerap kali saya disuruh tampil menyanyi. Namun saya sama sekali tidak bercita-cita menjadi seorang penyanyi. Karena menurut saya menjadi penyanyi adalah sesuatu yang tidak mudah, banyak pesaing-pesaingnya di dunia luar dan saya tidak ingin masa depan saya berada di dunia entertainment. Namun saya bisa memanfaatkan hobi ini saat kuliah nanti. Mungkin saya akan magang dan mengisi acara dengan bernyanyi agar mendapat tambahan uang jajan sekaligus belajar mandiri.

Tapi, yang terpenting dari mimpi-mimpi saya adalah, saya ingin membahagiakan dan membuat orang tua saya bangga. Mereka tidak pernah menuntut saya untuk menjadi apa yang mereka mau. Meskipun dulu papa sering memberikan sugesti agar saya menjadi dokter, namun sekarang itu adalah sepenuhnya keputusan saya untuk menentukan cita-cita dan jalan mana yang ingin saya pilih. Saya ingin menjadi seorang yang sukses, bahagia, dan berguna bagi bangsa dan negara. Sukses dalam hal berkarier dan bergaul, sukses dalam membangun rumah tangga yang baik, dan yang terpenting sukses dalam membuat orang tua saya bangga. Saya tidak ingin kasih sayang, materi, dan segalanya yang telah mereka berikan selama ini menjadi sia-sia di hari nanti. Dalam berkeluarga nanti pun saya ingin seperti mereka sekarang, mereka telah memberikan contoh yang terbaik. Selain itu, saya juga akan berusaha sedemikian mungkin untuk membentuk pribadi saya menjadi lebih baik. Dan terakhir, saya ingin menjadi orang yang bahagia dalam menjalankan hidupnya di dunia maupun di akhirat nanti. 

Target-target mewujudkan mimpi

Semua mimpi-mimpi yang telah saya rangkai ini tak akan hanya jadi mimpi semata. Dengan usaha, pengorbanan dan doa yang ikhlas, insyaallah saya akan membuat mimpi ini dapat terwujud. Dari mimpi-mimpi tersebut, saya menulis target dan langkah-langkah apa yang harus saya capai untuk meraih mimpi-mimpi itu dalam selembar kertas putih 

Saat masih SMP, target saya adalah mendapatkan prestasi dalam bidang akademik dan masuk ke SMA Labschool Kebayoran. Dan dengan usaha yang disertai dengan doa, Alhamdulillah saya pun dapat meraih nilai yang baik di SMP mulai dari kelas 7 sampai kelas 9 serta lulus UAN dengan nem yang memuaskan sesuai target serta di terima di SMA Labschool Kebayoran. 3 buah target dalam selembar kertas itupun telah saya berikan tanda checklist.

Target pertama yang harus saya capai di SMA Labchool Kebayoran adalah mendapatkan nilai yang baik di kelas 10. Karena semester pertama sudah lewat, maka saya harus memperbaiki nilai di semester kedua. Caranya dengan memperbaiki pola belajar saya dan membuka semangat baru di awal tahun, serta fokus saat berada di kelas. Saya juga harus mengurangi mengobrol di kelas dan mengulangi pelajaran yang telah disampaikan hari ini dirumah. Ini berhubungan dengan target kedua saya di SMA, yaitu masuk jurusan IPA. Saya harus mendapatkan nilai pelajaran MIPA minimal 75. Target selanjutnya, saya berharap bisa menjadi pengurus OSIS di SMA. Gunanya untuk melatih cara berorganisasi dan melatih jiwa kepemimpinan, sangat baik bagi kehidupan sosial dan menjadi bekal di masa depan. Dan target berikutnya, saya harus lulus SMA dengan nilai yang baik. Dan terakhir, untuk menjadi dokter gigi spesialis orthodontic saya harus bisa diterima di universitas terbaik. Pilihan pertama saya adalah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Dan beberapa pilihan berikutnya adalah FKG UNPAD dan FKG Moestopo.

Jika insyaallah saya telah di terima di universitas terbaik itu, target saya adalah saya akan berusaha sebisa mungkin untuk bisa berprestasi. Saya juga akan bergaul dengan lebih banyak orang karena itu sangat baik, selain kita bisa bertukar cerita dengan teman-teman, semakin banyak orang yang kita kenal, maka akan lebih mudah untuk membuat koneksi saat sudah bekerja. Selain itu, saya juga akan belajar hidup mandiri, seperti yang telah saya bilang, saya akan memanfaatkan hobi menyanyi saya dengan magang. Mungkin saya akan bernyanyi di café, restoran, atau tempat umum lainnya atau mungkin mengisi acara seperti pernikahan, ulangtahun, dan sebagainya. Intinya saya akan mencoba untuk menghasilkan sedikit uang agar bisa mandiri dan merasakan bagaimana sulitnya mencari uang dan menghentikan kebiasaan buruk seperti belanja terlalu banyak dan boros.

Target selanjutnya, setelah lulus dari perguruan tinggi, insyaallah jika di beri rizki oleh Allah, makan saya 
akan melanjutkan kuliah untuk mengambil spesialis orthodontic. Dan setelah selesai, target selanjutanya adalah, mula-mula saya ingin membuka praktek di sebuah klinik. Kemudian setelah satu atau dua tahun, saya ingin praktek di rumah sakit ternama. Begitulah target saya untuk menjadi dokter gigi spesialis orthodontic.

Untuk mimpi terbesar saya, yaitu membahagiakan dan membanggakan orang tua saya. Target pertama yang harus saya lakukan pastinya belajar dengan tekun agar mendapatkan prestasi-prestasi dalam bidang akademik. Yang kedua, saya harus bersikap baik kepada siapapun terutama orang tua saya. Saya harus menghormati mereka. Saya ingin mereka berfikir bahwa apa yang telah mereka berikan selama ini kepada saya membuahkan hasil dan tidak hanya sia-sia. Saya juga ingin menjadi lebih tekun dan bekerja keras saat besar nanti, saya ingin melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga saya di masa depan seperti semua yang telah papa dan mama berikan kepada saya. Saya ingin mencontoh semangat mereka. Intinya, saya ingin ada satu waktu dimana orang tua saya melihat saya kemudian mereka tersenyum bangga dan merasa berhasil mendidik saya.

Papa selalu bilang ‘apapun yang kamu kerjakan, kalau ada niat yang baik dan dilakukan dengan usaha yang baik dan diiringi dengan doa, makan hasilnya pun pasti akan baik’. Saya selalu ingat kata-kata itu dan akan menerapkannya dalam kehidupan saya. Dan kata-kata mama yang selalu saya ingat adalah ‘take and give’ beliau selalu mengajarkan saya harus seimbang antara menerima dan memberi, jangan hanya mengharapkan sesuatu dari orang, tapi kita juga harus memberikan sesuatu pada orang. Contohnya perhatian, kita harus perhatian pada orang, jangan hanya ingin diperhatikan. Maka itu target saya adalah menghilangkan sifat cuek saya. Saya akan lebih perhatian dengan lingkungan sekitar. Ini adalah beberapa cara untuk membentuk pribadi yang lebih baik mulai dari sekarang.

Jika saya sudah menjadi seorang dokter gigi spesialis orthodontic, target selanjutnya adalah saya harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, saya harus bisa mengontrol waktu sebaik mungkin karena nanti saya akan menjadi seorang istri dan ibu maka saya memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak saya. Saya akan mendidik anak saya selayaknya orang tua saya telah mendidik saya.

Dan yang terakhir, mimpi saya untuk menjadi orang yang bahagia di dunia maupun di akhirat nanti. Ada pepatah yang berbunyi ‘hidup seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah’. Artinya, tak selamanya hidup itu selalu seperti apa yang kita inginkan, kadang kita pun mendapatkan cobaan. Kita harus sabar dan ikhlas dalam menerimanya. Kita juga harus bersyukur saat mendapatkan nikmat apapun dari Allah. Nenek dan kakek saya pernah bercerita di hari ulangtahun perkawinannya yang ke 40, beliau mengatakan ‘kami sudah tidak bekerja jadi kami tidak hidup dalam kemewahan, namun kami bahagia karna kami mensyukuri hidup kami apa adanya.’ Maka dari itu ikhlas, sabar, dan bersyukur adalah kunci utama untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia. Dan untuk menjadi orang yang bahagia di akhirat, target utama yang ingin saya terapkan sekarang adalah solat lima waktu, saya akan menghilangkan kebiasaan buruk saya meninggalkan solat dan juga saya akan meminimalisir perbuatan saya yang kurang baik, contohnya bergossip, marah, dan lain-lain. Kemudian target lainnya adalah berbagi apa yang telah saya punya dengan orang lain, contohnya adalah berinfak dan beramal kepada orang yang kurang beruntung. Target selanjutnya adalah jika diberi rizki, saya ingin naik haji saat sudah besar nanti dan ingin menutup aurat saya sebagai muslimah dengan memakai jilbab. Saya ingin menjalankan rukun iman dan rukun islam dan juga berbuat baik sebanyak-banyaknya, sebagai bekal untuk kehidupan akhirat nanti.

Begitulah target dan langkah-langkah untuk mencapai mimpi saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan berdoa untuk meraihnya. Saya ingin saat tua nanti, dapat membuka selembar kertas putih yang berisi target lengkap dengan tanda checklistnya dan memandanginya sebagai perjalanan hidup yang telah saya raih. Namun jika pada akhirnya saya belum bisa meraih mimpi-mimpi tersebut, saya yakin bahwa Allah memiliki rencana yang jauh lebih baik dari apa yang saya inginkan.
Read more »

Tugas-2 : MEMBUKUKAN MASA SILAM “14 tahun melangkah”

Masa balita
Pada hari senin seorang bayi di rumah sakit ibu dan anak muhammadiyah kebayoran baru pada tanggal 3 februari 1997 telah lahir dan saat setelah bayi itu dilahirkan bayi itu langsung diberi nama FAISAL PUTRA RAMADHANI nama ini memiliki arti seorang anak laki-laki yang lahir di bulan ramadhan. Pada saat itu kedua orang tua saya masih tinggal di rumah nenek di kawasan kebayoran baru, karena rumah yang akan kami tempati belum selesai dibangun. setelah beberapa minggu ibu saya harus kembali ke jepang untuk menemani ayah saya yang sedang ambil pendidikan S3 karena saya masih harus menyusui otomatis saya harus ikut ke negara bunga sakura tersebut. Saya tinggal di negara tersebut sampai saya berusia tiga tahun. Menurut kedua orangtua saya dari kecil saya sangat suka menghilang “waktu kecil kamu sering sekali hilang”, tutur ayah saya. Ya, memang sedari kecil saya sangat sering menghilang apalagi kalau di tempat ramai, seperti supermarket, atau tempet-tempat lainnya. Hampir di setiap saat pergi menuju tempat yang ramai saya selalu hilang, beruntung atau bisa dibilang dilindungi oleh Tuhan saya selalu bisa kambali menemukan atau ditemukan oleh orang tua saya. Setelah tinggal disana selama tiga tahun saya kembali ke Jakarta. Tetapi saat sampai di Jakarta orang tua saya baru sadar kalau banyak dari mainan saya yang tertinggal saya pun menangis, ‘’waktu itu kamu nangisnya gak berhenti-berhenti”, kata ibu saya. Setelah kembali ke jakarta saya langsung masuk TK padahal waktu itu saya belum cukup umur masih tige setengah tahun. Awalnya saya saangat menolak untuk bersekolah karena masih ingin bangun siang dan ingin terus bermain. Tetapi saya tidak bisa melawan orang tua saya. Oleh karena itu saya disekolahkan di TK Hidayatullah yang tidak jauh dari rumah nenek say. Setelah masuk ke sekolah saya baru menyadari kalau bersekolah itu menyenangkan. Setelah satu tahun bersekolah di TK tersebut saya tidak tahu kalau ada yang namanya naik kelas jadi saya salah masuk kelas pada awalnya. Lalu saya bingung karena semua orang saya tidak saya kenal lalu guru yang tadinya mengajar saya di TK A menjemput saya dan bilang kalau kelas saya sudah bukan disini, setelah itu saya pindah ke kelas saya yang seharusnya dan bertemu teman-teman sya yang lama dan memulai satu tahun bersama lagi. Saat TK banyak hal yang sering saya lakukan dan menghilang masih merupakan salah satu hal yang paling sering saya lakukan. Seperti pada saat saya diajak oleh orang tua saya untuk mendatangi sebuah science fair untuk anak-anak. Saat saya melihat sebuah perosotan saya langsung berlari dan bermain bersama anak-anak kecil disana. Saat saya sudah letih bermain sya melihat sekeliling dan tidak melihat orang tua saya sama sekali, “waktu itu kamu nangis untungnya ditemukan oleh panitia penyelenggara acara itu“, kata ibu saya, setelah bertemu ibu panitia itu saya ditanya-tanyai dan orang tua saya datang ke tempat saya berdiri. Selain itu, masih banyak tempat-tempat dimana saya menghilang waktu kecil seperti taman mini, lalu monas, dan tempat-tempat lain.

MASA SD
Setelah lulus TK saya langsung pindah ke rumah saya yang seharusnya dan masuk Sekolah Dasar, saya bersekolah di SD Muhammadiyah 12 Setiabudi, Pamulang. Pada awalnya saya akan disekolahkan di Al-Azhar Pamulang, tetapi karena belum cukup umur saya jadi disekolahkan di sekolah lain yaitu SD Muhammadiyah tersebut. Masa-masa SD saya lalui dengan cukup menyenangkan meskipun banyak yang bilang saat SD saya sangatlah emosian dan mudah marah. Pengalaman saya yang paling berharga dimulai di kelas 3 itulah pertama kalinya saya mengikuti kegiatan yang cukup menyenangkan di SD, yaitu melakukan kegiatan seperti penjelajahan mengikuti sebuah kegiatan di beberapa pos, melakukan beberapa games, dan dapat bersenang-senang bersama teman-teman selama sekitar delapan jam, memang tidak sampai menginap karena kelas tiga itu dihitung masih kecil jadi tidak menginap dulu. Di kelas  4 ada juga kegiatan yang menyenangkan yaitu studi lapangan saat itu kami berjalan-jalan ke museum IPTEK Taman Mini Indonesia Indah. Disana kami diperbolehkan berjalan-jalan sampai siang setelah itu kami makan siang, shalat, lalu kembali berkegiatan dan pulang. Saat itu sangatlah menyenangkan karena terkesan bebas dan tidak terikat jadwal. Ada juga kegiatan camping tapi diadakan di sekolah, kegiatan ini juga dilaksanakan oleh kelas 5, disana kami bermain-main, melakukan penjelajahan, melewati sungai, dan melakukan pentas seni pada malam harinya, dan besoknya kami melakukan beberapa games, lalu packing dan persiapan pulang. Pada saat kelas 5 saya sudah cukup berbaur dengan angkatan empat belas. Apalagi saat menginap bersama dalam acara pesantren kilat ramadhan, kami menginap selam tiga hari dua malam. Karena kami meminum kopi pada saat sebelum tidur banyak dari kami yang sulit untuk tidur di malam harinya yang menyebabkan beberapa orang dari angkatan kami tidak ikut shalat tahajud pada pagi hari esoknya, tetapi untungnya kami masih bisa terbangun untuk shalat subuh. Yang sangat menyenangkan dan yang harus disayangkan juga kami harus sahur bersama, bukan dengan keluarga. Lalu masih ada kegiatan seperti camping yang saya lakukan dan telah saya sebutkan diatas tetapi apa yang saya lakukan saat ini berbeda dengan apa yang saya lakukan sebelumnya karena saya harus menjadi ketua dari kelompok yang saya ikuti. Secara tidak langsung saya harus memimpin mereka dan memikirkan soal pentas seni dan lain-lain. Saat naik kelas enam sangatlah disayang kan karena banyak dari kami yang selalu sekelas saat kelas tiga sampai kelas lima tetapi pada kelas enam banyak dari kami yang berpisah baik dalam urusan kelas maupun sekolah. Tetapi kami memang masih bisa bertemu di luar kelas. Saat kelas enam kami banyak dihadapkan dengan  Try Out jadi saya dan teman-teman yang lain harus berjalan ekstra keras. Setelah melalui ujian-ujian yang menyebalkan kami akhirnya dapat mengikuti kegiatan camping lagi tetapi kali ini di bumi perkemahan cibubur. Kami berkemah disana selama tiga hari tapi karena hari hujan banyak yang tidur di aula karena kebocoran. Sebenarnya sih tenda saya tidak kebocoran tetapi karena lebih enak tidur di aula saya lebih memilih untuk tidur di aula. Setelah kegiatan camping ini masih ada juga kegiatan perpisahan yang diadakan di pasir mukti disana kami memetik buah, bermain lumpur, dan juga main di sungai. Setelah itu perpisahan ditutup dengan bernyanyi bersama dan berdo’a. Sampailah saya di penghujung masa SD dan saya akhirnya dapat melanjutkan ke bangku SMP dengan nilai yang cukup.

MASA SMP
Labschool Kebayoran itulah nama SMP yang saya akan tuju untuk belajar selama tiga tahun masa SMP itulah pikir saya waktu SD. Sebagai anak yang tidak tahu banyak tentang masa SMP saya hanya menjalani hidup seperti biasa seperti apa yang harusnya saya lakukan dulu. Ternyata memang tidak banyak berbeda. Masa MOS pada saat SMP adalah hal yang cukup sulit waktu itu, makan siang ditentukan, tidak boleh banyak tertawa, dll. Sampai pada saat lulus MOS lah yang sangat menyenangkan buat saya saat itu tetapi masih banyak hal yang harus saya lakukan untuk bisa lulus SMP,  saya harus mengikuti kalam yang merupakan kegiatan yang mirip pesantren kilat. Lalu pada kelas delapan, masa-masa inilah yang paling menyenangkan selama bersekolah di labschool karena ada kegiatan Bimensi yang merupakan kegiatan untuk melatih mental karena ada kegiatan caraka malam, outbound, dan lain lain. Setiap saat ditanya soal kelas delapan hal inilah yang selalu terlintas dibenak saya. Pada saatkelas delapan saya juga iukut program pertukaran pelajar walaupun hanya tingkat lokal, karena malas untuk mengikuti sampai tingkat nasional. Saya mendapatkan kesempatan untuk bersekolah pada saatu minggu di  SMP negeri 11, tempat ibu saya bersekolah dulu. Pada saat naik ke kelas sembilan pertama kali saya masuk pelajaran BK saya cukup shock karena dihadapi dengan kenyataan sulitnya mencari sekolah. Lalu kami selalu dibimbing untuk menjadi yang terbaik agar tidak menyesal dan masih banyak lagi. Saat saat yang paling menyenangkan merupakan kegiatan TO UAN saya menerima banyak pelajaran baik untuk persiapan nilai dan juga persiapan mental. Juga ada kegiatan untuk bermaafan dan menikmati barbeque. Setelah melewati UAN dan UAS kami sangatlah senang karena kami memiliki hari liburb sebanyak tiga bulan lalu kami juga memiliki kegiatan farewell yang mengulang seluruh hal yang telah kami lakukan selama SMP momen-momen menyenangkan kami juga melaksanakan wisuda sebagai peresmian kami sebagai lulusan SMP Labschool Kebayoran. Alhamdulillah saya mendapatkan nilai yang memuaskan dan kami satuangkatan dapat lulus seratus persen. Setelah itu saya harus berhadapan dengan liburan yang cukup panjang. Liburan ini saya habiskan untuk berkeliling pulau jawa, mulai dari bandung, lalu yogyakarta, surabaya, malang, madura, sampai lamongan. Semua kegiatan itu bertujuan untuk bersilaturrahmi dan juga melepas kangen dengan keluarga yang tersebar di seluruh pulau jawa itu.
sampailah saya pada ujung liburan saya dimana saya harus menempuh jenjang pendidikan baru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Labschool Kebayoran lagi.

 
    
   

Read more »

Dari Labschool Menaklukan Dunia !

  1. Cita-cita saya,

Cita-cita , saat kita berusia 5 tahun setiap orang bertanya “kamu ingin jadi apa ? “ pasti jawaban yang kita keluarka adalah seperti astronot , dokter , putri . Saat umur 10 tahun ketika kita di tanyakan mengenai hal yang sama pasti jawaban kita adalah (beberapa di antaranya) artis , arsitek , diplomat dll . Sekarang pertanyaan itupun masih sering kita dengar banyak orang tua yang masih menanyakan “ mau jadi apa kamu besar nanti ? “ pertaanyaan itulah yang saat ini jawabannya belum saya temukan. Jika semua orang di tanya apa cita cita mereka, hampir semua hasil jawabannya “ saya ingin sukses “ ya sama seperti saya , saya juga ingin sukses tetapi dengan cara apa, masih saya pikirkan kelak akan jadi apa saya , dulu sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar saya sempat bercita cita menjadi orang yang sukses dengan cara berprofesi sebagai diplomat tetapi seiring berjalannya waktu cita – cita itu berubah menjadi seorang event organizer atau party planer . ya saya ingin menjadi seorang event organizer ataupun seorang party planner , mungkin sebagian orang menganggap remeh pekerjaan ini seperti “ah apasih paling uang yang di hasilkan tidak seberapa”  ada juga yang beranggapan bahwa menjadi seorang event organizer maupun party planner itu sebagai pekerjaan yang kurang menguntungkan. Tapi bila dilihat dari sisi baiknya, seorang event organizer maupun party planner adalah orang yang berjasa misalnya seorang event organizer / party planner di tugaskan untuk membuat acara pesta atau semacamnya , karena suasanya pesta yang meriah dan tempat yang mengesankan orang orang bisa menjadi senang di acara tersebut dan dari situlah seorang atau beberapa orang yang berprofesi sebagai event organizer ataupun party planner dapat berkenalan dengan client baru, atau bisa juga di acara tersebut orang yang tadinya tidak kenal menjadi kenal satu dengan yang lainnya. Selain karena alasan yang telah saya sebutkan alasan lainnya saya suka dengan memanage sebuah acara dan memepersiapkan hal lainya yang bersangkutan dengan acara tersebut. Selain itu, yang terpenting adalah karena papa saya bekerja dalam bidang yang bersangkutan dengan event organizer / party planner itu sendiri.

Selain bercita-cita sebagai event organizer dan party planner saya juga bercita-cita ingin bekerja dibidang perfilman, entah itu dibidang atau jadi apa tapi saya selalu ingin bekerja dibagian perfilman, karena terus terang saya sangat meyukai menonton film, saya menikmati film dan maka dari situlah saya selalu belajar menggunakan kekuatan visual saya karena jujur saja saya sama sekali tidak suka membaca.

Saya juga pernah bercita cita sebagai seorang Diplomat cita-cita itu sekitar waktu saya kelas 4 sampai kelas 6 SD dan sepertinya sekarang cita-cita itu akan kembali saya jadikan salah satu cita-cita saya ketika nanti saya besar nanti, entah kenapa cita-cita sering berubah ubah tapi saya yakin suatu saat sayaakan menentukan satu dari tiga cita-cita saya tersebut, dan apapun itu saya yakin saya akan menjadi orang yang sukses dan orang yang kaya yang hasil karyanya maupun hasil kerjanya di gemari oleh banyak orang di seluruh dunia, dan dunia akan meminta saya untuk terus berkarya.

Cita-cita saya yang lainnya yang tidak kalah penting adalah saya ingin membahagiakan semua orang yang berada di sekitar saya . Menurut saya ini juga adalah salah satu cita cita yang tidak kalah pentingnya , dengan membahagiakan orang lain yang berada di sekitar kita, bukan berarti kita selalu mengharapkan imbalan atau apapun itu tetapi balasannya . dengan membahagiakan orang lain kita juga dapat merasakan kebahagiaan itu sendiri di dalam diri kita , mungkin secara tidak di sadari dan secara tidak langsung disini hukum alam bermain apabila kita mempersulit orang lain, hidup kita juga akan di persulit dengan keadaan dan sebaliknya bila kita mempermudah atau membahagiakan orang yang berada di sekitar kita , maka orang orang  dan keadaan di sekitar kita juga akan mempermudah hidup kita . jadi hidup kita lebih bersemangat dan selain itu juga kita akan mendapatkan banyak teman dan sahabat. Mungkin tidak banyak yang memiliki cita cita seperti ini  tetapi alangkah baiknya bila semua orang paling tidak menanamkan hal ini di dalam diri mereka.


B. cara mewujudkannnya

            Mewujudkan mimpi mimpi dan cita-cita yang kita inginkan itu sangat penting, bagaimana cara kita mewujudkannya, mencapainya, proses menuju semuanya itu sangatlah penting. Untuk mewujudkan semua mimpi mimpi tersebut kita harus tetap fokus dengan apa yang kita inginkan, jangan sampai masalah sepele mengganggu kita dan menghalangi jalan kita untuk mencapai tujuan kita tersebut. Masalah masalah sepele seperti dengan pacar dan lain lain itulah masalah yang paling membingungkan, tapi kembali lagi jika kita ingin sukses kita harus tetap fokus dengan apa yang kita inginkan.

       Untuk mewujudkan cita cita saya, Hal yang terpenting yang harus kita semua ketahui adalah kita harus mengenali diri kita sendiri dan langkah yang pertama kali saya lakukan adalah dengan masuk ke SMA LABSCHOOL , Kebayoran . Tidak hanya sampai disini kedepannya saya harus lebih giat belajar dan meningkatkan nilai nilai saya, yang paling penting jangan sampai ada nilai nilai yang kosong. Selain itu juga jangan sampai ketinggalan pelajaran, karena berhubung saya bisa dibilang tidak suka membaca maka kehadira saya di sekolah adalah prioritas saya, kenapa saya lebih memilih untuk masuk sekolah dari pada belajar sendiri ditumah karena dengan masuk sekolah dan mendengarkan guru mengajar di depan dan sambil menulis menurut saya itu adalah cara yang paling efektif bagi saya untuk belajar. Dan demi mencapai semua cita cita saya, mulai sekarang pun saya harus mencoba untuk membaca buku, walaupun saya sama sekali tidak pernah membaca buku tapi mulai sekarang itulah yang perlu saya lakukan, jujur saja membaca adalah hal yang paling saya hindari karena menurut saya itu sangat membosankan dan kadang saya sering pusing ketika melihat buku yang isinya tulisan semua. Tapi mulai sekarang hal itu harus saya coba, kemampuan saya untuk membaca harus lebih di tingkatkan , mama saya berpesan bahwa saya harus mulai membaca walaupun seidkit demi sedikit agar terbiasa nantinya dan tidak mengalami kesulitan saat di sma dan universitas.
             
            Langkah berikutnya adalah saat penjurusan jika saya ingin mengambil Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) di Institut Tekhnilogi Bandung (ITB) saya harus masuk IPA itu kenyataannya tapi saya lebih memilih untuk masuk IPS karena terus terang saya tidak suka pelajaran kimia.

            Dan untuk masuk dunia perfilman yang harus saya lakukan setelah lulus dari SMA LABSCHOOL , Kebayoran adalah dengan masuk di Columbia University NYU, dan dengan itu pula lebih diperlukan usaha yang sangat sangatlah keras karena tidak semua orang bisa bersekolah di sana. Pilihan kedua adalah masuk di UCLA (University of California Los Angeles)

                        Sementara kalau untuk menjadi seorang Diploma saya harus masuk Universitas jurusan Hubungan Internasional, sementaraini yang saya lihat adalah Universitas Indonesia, ya FISIP tepatnya disanalah tempat saya berada jika saya ingin menjadi seorang Diplomat dan tentunya masuk Universitas Indonesia bukanlah sesuatu yang mudah , orang-orang dari seluruh Indonesia memperebutkan kursi untuk duduk di Universita bergengsi ini dan tentunya orang yang masuk universitas ini tidak sembarangan, tapi tidak semuanya selalu pintar ada juga orang yang memiliki strategoi yang tepat sehingga dia bisa masuk disini dan sepertinya saya juga harus membuat strategi yang bagus untuk masuk di fakultas ini, untuk memperebutkan kursi di universitas ini.

       Dan yang terakhir dalam meraih cita-cita saya yang saya lakukan adalah  , saya harus lebih bekerja keras dalam belajar lebih sering membaca buku dan memperbanyak ibadah dan beramal baik lainnya  serta menyenangkan orang di sekitar saya :)
Read more »

Tugas-3 : Hanya Ada di labschool, Trip Observasi Labschool Kebayoran

Trip Observasi(TO) adalah kegiatan yang dilakukan oleh seluruh SMA Labschool yg ada di indonesia. kegiatan ini diadakan setiap tahun, dan apabila seorang siswa tidak mengikuti kegiatan tersebut, maka siswa tersebut harus mengikuti Trip Observasi tahun depan.Sebelum Trip Observasi, Siswa akan mengikuti kegiatan Pra-Trip Observasi yg dilaksanakan selama 2 hari.Sebelum Pra-Trip Observasi siswa akan membuat tongkat dan Name Tag.Berikut adalah cerita Trip Observasi Kelompok 8 Trip Observasi Esa Mokan.Kelompok 8 Trip Observasi Esa Mokan Beranggotakan 8 orang yaitu: Ghazi,Dinal,Saya,Gustav,Ajeng,Putri,Dinda,dan Venna.Kelompok kami dibimbing  1 kakak Osis yg bernama Nabila Lana dan 1 orang guru yg bernama Ibu Stephani.

Pada saat Pra-Trip Observasi kami lari pagi lalu melakukan praktek untuk mencoba seperti OB di sekolah.Kelompok kami ikut bersama Pak Rastoni yg bertugas di lantai 2. Setelah itu kami merapikan tugas untuk presentasi.Setelah Shalat dzuhur kami melakukan presentasi, namun saya tidak ikut presentasi karena sakit dan hari selanjutnya saya juga tidak masuk jadi saya harus mengulang trip observasi tahun depan. Tulisan saya selanjutnya saya dapatkan dari beberapa sumber dari teman saya.

Pada tanggal 19 Oktober seluruh peserta Trip Observasi berangkat ke desa Parakan Ceuri di purwakarta.Sesampainya disana mereka melaksanakan apel dan mengadakan pembukaan yg dibuka oleh bapak Arif Rahman,Penasihat sekaligus pendiri labschool

Pada hari kedua(Jum'at, 21 Oktober 2011), ada kegiatan yang namanya PDP(Peduli Kehidupan Desa). Disini, mereka diajak untuk lebih mengenal kegiatan/pekerjaan penduduk di desa. Setiap kelompok harus mengikuti alur pekerjaan orang tua asuhnya dan harus belajar membantu pekerjaan orang tua asuh. Pekerjaan orang tua asuh pun beragam, ada yang petani, peternak dsb. Dan kebetulan pekerjaan orang tua asuh kami adalah buruh di kota, jadi kami tidak bisa mengikuti. Dan kelompok kami pun harus mengikuti kegiatan istri dari orang tua asuh kami yang bekerja sebagai petani di sawah. Dan setelah selesai kegiatan PDP, ada kegiatan yang bernama Lintas Budaya, yaitu kegiatan yang menampilkan baju adat dari 30 daerah di Indonesia dan luar negeri, sesuai dengan jumlah kelompok yang tampil. Kelompok kami bertugas menampilkan baju adat dari daerah Madura. Seharusnya saya yang bertanggung jawab tentang masalah lintas budaya namun karena saya tidak ikut Trip Observasi tugas saya digantikan oleh Gustav.Sementara dari kelompok yang lain beragam, ada Papua, Lampung, Dayak juga dari luar negeri seperti dari Jepang dan China. Mereka pun berusaha untuk menampilkan yang terbaik, karena urutan juara di Lintas Budaya menentukan urutan Penjelajahan untuk hari Minggu. Pada hari ini, yang tampil adalah kelompok 1-15 terlebih dahulu,lalu esoknya adalah kelompok 16-30. Dan pada malamnya seperti biasa ada Pentas Seni.

Pada hari ketiga(Sabtu, 22 Oktober 2011), ada berbagai kegiatan, seperti presentasi display Peduli Kehidupan Desa (Penelitian), lanjutan Lintas Budaya, Educare, Medical Check-Up, dan Bakti Sosial(Baksos). Untuk presentasi display Peduli Kehidupan Desa, dinilai oleh berbagai dewan juri, dan sayangnya kelompok kami tidak lolos ke babak yang berikutnya karena tersisih di ronde pertama. Ada juga teman saya yang bertugas untuk kegiatan Baksos kepada penduduk Kampung Parakan Ceuri. Lalu ada lanjutan kegiatan Lintas Budaya, dimana kelompok 16-30 tampil.

Hari keempat(Minggu, 23 Oktober 2011), adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta Trip Observasi 2011.  Ya, karena di hari keempat ini ada kegiatan yang namanya Penjelajahan. Dan kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sepanjang hari, jadi hingga Maghrib tidak ada kegiatan yang lainnya. Kelompok yang juara Lintas Budaya pun pergi duluan, yaitu kelompok 30. Sedangkan kelompok kami mendapat urutan ke 21, tidak apa-apa, yang penting berangkat. Di kegiatan penjelajahan ini kami harus melewati banyak pos Kakak-kakak OSIS, seperti pos kesenian, olahraga, bela negara, kesmas, rohis, pendidikan dll. Yang pertama adalah di seksi kesenian. Kakak-kakak di seksi kesenian menurut kelompok saya baik-baik. Mereka cuma bertanya tentang beberapa hal, seperti mau jadi apa nanti kalau kalian masuk ke OSIS, siapa kakak OSIS yang paling dibenci, dsb. Setelah itu kelompok kami pun masuk ke pos seksi olahraga. Menurut kelompok saya di pos ini, kami semua harus duduk multatuli dan harus bernyanyi beberapa lagu. Mereka semua sangat kelelahan di pos ini. Dan baru saja mereka dari pos olahraga, mereka pun harus berjumpa dengan pos yang paling berat, yaitu pos bela negara. Disini, mereka harus berenang di kolam air comberan untuk mencari vendel kelompok kami yang hilang. Pokoknya, kami harus mencari hingga ketemu. Dan selama tidak ketemu kami tidak diperbolehkan meninggalkan pos bela negara ini. Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka pun sampai di tujuan akhir kami sebelum kembali ke Parakan Ceuri, yakni Curug Cijalu, sebuah air terjun yang besar dan indah di Kabupaten Subang. Sebelum mereka boleh masuk ke air terjun, mereka pun masuk ke pos rohis, dan cuma ditanya kapan Idul Adha tahun ini. Sontak kami pun langsung melepas kepenatan dan kelelahan kami dengan berenang di air terjun. Dan setelah kurang lebih 7 menit berendam di air terjun yang menurut mereka dingin dan sejuk itu, mereka pun harus turun untuk memberikan kesempatan kepada kelompok lain. Dan sebelum perjalanan turun, mereka diundang untuk makan Pop Mie oleh guru-guru kami di pintu gerbang Curug Cijalu. Dan mereka pun turun ke bawah, kembali ke kampung menelusuri kebun teh yang menurut mereka sangat indah dan tetap melalui beberapa pos, seperti pos kesmas, pendidikan, dll. Mereka pun sudah kembali dengan selamat di Parakan Ceuri. Dan di waktu malam ada satu kegiatan yang menurut mereka takkan terlupa, yakni api unggun. Disinilah puncak dari kegiatan TO, dimana seluruh siswa angkatan 11 berkumpul sebagai satu angkatan yang solid yang bernama Dasa Eka Cakra Bhayangkara(Dasecakra) dan mereka bernyanyi-nyanyi, kegiatan ini adalah kegiatan yang paling tidak terlupakan selama kegiatan di Trip Observasi 2011 menurut mereka.

Kegiatan trip observasi berakhir tanggal 24 Oktober 2011 dan seluruh siswa kembali dari desa Parakan Ceuri dan mendapatkan libur 1 hari dan kembali sekolah seperti biasa.Menurut siswa yang sudah mengikuti kegiatan Trip Observasi, Kegiatan ini bagi mereka takkan terlupakan itu pendapat mereka.
Read more »

Hanya Ada Di Labschool

5 Hari Bersama-sama

                Pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2011, sekolah ku mengadakan sebuah persiapan untuk melakukan kegiatan yang diwajibkan bagi seluruh siswa Labschool yang belum mengikutinya, yaitu TO. To atau trip observasi ini dilakukan agar membentuk karakter siswa yang lebih baik. Pada hari-hari persiapan TO atau yang disebut dengan pra-TO, kami angkatan dasecakra diwajibkan untuk memangkas habis rambut kami alias botak. Ya, botak, agar terlihat sama rata dan lebih gagah. Kami diajarkan untuk menyalakan kompor minyak, mengecat tongkat, baris berbaris, dan menjaga kesatuan di dalam kelompok. Dua hari tidaklah cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan TO, tetapi dengan semangat juang yang tinggi kami yakin dapat melaluinya dengan baik.
                Saya sendiri adalah ketua kelompok O Ina Ni Keke. Kelompok ini beranggotakan z orang, 3 laki-laki dan 4 perempuan. Saya juga dibantu oleh kakak-kakak pendamping yaitu wisnu dan adia. Mereka banyak membantu anggota saya dan juga saya saat pelaksanaan pra-TO. Mereka juga membantu mempersiapkan pensi kami yang berjudul benteng takeshi yang akhirnya lolos dan bakal tampil saat berada di lokasi TO. Memang saat pra-TO kami bukan kelompok yang terbaik, akan tetapi kami akan memberikan yang terbaik saat TO nanti.
                Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Pada tanggal 20 oktober 2011, kami kumpul di sekolah dan melaksanakan apel pembukaan TO di hall sekolah. Pada saat itu saya lupa untuk membawa name tag yang bisa-bisa menjadi bencana bagi kelompok saya, untungnya ibu saya sangat-sangat membantu dengan menitipkannya kepada seseorang saat itu. Setelah melaksanakan apel, kami langsung bergegas menuju bis masing-masing dan saling berpamitan dengan orang tua masing-masing siswa. Sesampai di bis saya tidak lupa untuk mengecek perlengkapan dan anggota kelompok saya apakah sudah lengkap atau belum.
                Di perjalanan, kami dikawal oleh mobil patrol sehingga membuat perjalanan terasa lebih lancar. Saya juga memakan snack yang saya punya dan bermain gitar bersama teman. Gitar memang satu-satunya penghibur saat itu, dikarenakan semua siswa TO tidak diperbolehkan untuk membawa barang-barang elektronik dalam bentuk apapun. Perjalan dari Jakarta ke Purwakarta cukup memakan waktu yang lama, yaitu sekitar 3 jam-an. Sesampainya disana, bis ternyata tidak menurunkan kami di lokasi kampong yang akan kami tinggal. Jadi, kami satu angkatan berjalan menelusuri bukit dan rerimbunan pohon untuk sampai ke desa itu. Kami juga melewati pematang-pematang sawah. Sesampainya di sebuah lapangan yang disitu sudah berkumul banyak warga desa dan juga para petinggi desa dan kami langsung dipersilahkan untuk berbaris dalam rangka mengadakan apel, lagi. Saat apel, kami juga disuguhi alunan musik dari lesung yang dimainkan oleh para ibu dari kampung Parakan Ceuri. Disitu juga kelompok kami beserta kelompok-kelompok lainnya dipertemukan oleh orang tua asuh, orang tua asuh kelompok kami bernama bu Enak.
               

Bu enak dengan senang hati membawa kami sekelompok ke rumah. Di rumahnya sudah disajikan beberapa makanan kecil khas kampung Parakan Ceuri dan juga segelas air putih, sekedar untuk melepas lapar dan dahaga. Kami juga mengobrol tentang kehidupan di kampung ini dan pekerjaan dari orang tua asuh kami. Baru saja 5 menit istirahat, kami sudah dipanggil oleh kakak-kakak osis kami untuk mengambil barang seperti koper dan tas untuk diambil di parkiran yang letaknya agak jauh dari rumah kediaman kelompok kami. Ya, mau tidak mau saya dan anggota saya saling bahu membahu mengangkat koper-koper yang kami bawa. Akhirnya setelah mengangkat barang-barang bawaan kami, kami semua dapat beristirahat sampai jam 3 sore untuk melaksanakan penelitian.
Kelompok kami mendapat tugas untuk meneliti perbedaan morfologi antara teh hijau dan teh hitam. Saya bersama kedua teman saya mendapat giliran untuk melakukan penelitian ini. Hasil penelitian kami cukup bagus walaupun tidak bisa menjadi juara. Keesokan harinya, saya bersama beberapa orang teman saya yang belum mendapat giliran kerja, turun kesawah untuk melaksanakan kegiatan Peduli Kegiatan Desa. Kami diajarkan oleh petani disana cara membajak sawah, memanen padi menggunakan arit, menggebrak padi, dan juga mengeringkan padi-padi yang nantinya dikirim ke pabrik. Saat kegiatan PKD ini selesai, kami sekelompok disuruh membuat semacam komik dari serangkaian kegiatan-kegiatan kami saat PKD berlangsung. Kelompok saya membuatnya dengan cukup bagus tapi sayang lagi-lagi kami tidak menjadi juara. Dikarenakan kami belom juara sama sekali, kami diharuskan untuk bangun lebih pagi keesokan harinya untuk men-take tempat terawal untuk melaksanakan penjelajahan. Kami mendapat urutan awal sehingga kami dapat beristirahat lebih lama dari kelompok yang lain nantinya. Saat penjelajahan, kami melalui beberapa pos yang di setiap pos diadakan semacam test pengembangan diri. Walaupun kami rada kewalahan, dengan semangat kami bisa melewati itu semua dan sampai ke rumah dengan dalam keadaan utuh. Saat sampai dirumah kami langsung bersih-bersih karena maklum, baju kami bersatu padu dengan lumpur di pos BN tadi. Setelah itu, kami lanjut dengan makan siang dan istirahat di rumah. Saat malam harinya, kami mengadakan acara api unggun yang sangat meriah. Banyak orang tampil di panggung termasuk kelompok kami yang menampilkan pensi benteng takeshi. ‘’ kini api unggun menyala diantara kita menjadikan kebersamaan’’, begitulah kutpin lagu yang kami nyanyikan saat itu.
Hari-hari TO pun berakhir. Kami semua berpamitan pada warga desa khususnya orang tua asuh kami masing-masing dan pergi kembali ke kota. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan.





Read more »

Hanya Ada Di Labschool

  • 7:26 AM
  • 0 comments
Read more »
 

Copyright © 2010 Historical X For Labsky, All Rights Reserved. Design by DZignine